Sunday, December 11, 2016

Minggu, 11 desember

Halo ayah, sudah lama nggak ngunjungin ayah sampe ayah datengnya ke mimpi.
Maaf ya ayah, sekarang ria jauh, nggak bisa sering sering ngunjungin ayah.
Ria sekarang kerja di jakarta yah, tinggal sama om aan sama tante tika. Akhirnya ria bisa kasih liat ke ibuk kalo ria kuat. Kalo ria bisa kok mandiri (walaupun belum terlalu mandiri). Ria janji nggak bakalan buat ibuk khawatir, cerita ke ibuk yang seneng seneng aja, yang bisa buat ibuk senyum pokoknya.
Ayah, sekarang ria ngerasa sendiri. Dulu kalo lagi jauh dari temen-temen pasti ada ibuk atau yuk dwi yang bisa diajakin cerita, curhat sampe malem. Kalo sekarang suka sungkan mau cerita sama tante atau cika. Mau telpon ibuk takut baper terus nangis, telpon yuk dwi pasti lagi sibuk terus. Sekarang dikit dikit mikirnya kapan bisa pulang ke palembang biar bisa ketemu sama ibuk, ngunjungin ayah lagi, bersihin makam ayah lagi.
Tanggal 23 malem ria pulang kok yah, mungkin tanggal 24 baru bisa ketemu ayah. Pulang kantor ria langsung ke bandara biar bisa cepet ketemu ibuk. Oh iya ayah, ria kerja di arkonin, perusahaan konsultan, semoga ayah bangga, dan ria janji bakal nerusin sekolah lagi. Kayak kata ayah dulu "anak itu pendidikannya harus diatas orang tuanya". Ria lagi berusaha kok yah, ria lagi cari info buat lanjut sekolah lagi.
Ayah.... Hmm apa lagi ya yah, sudah dulu aja kayaknya, kalo kelamaan bisa nangis lagi, kan ayah tau anak ayah yang ini paling cengeng, dan ria tau ayah nggak suka sama anak yang suka nangis.
Miss you dad, I'll see you soon..

Saturday, November 12, 2016

Selamat Hari Ayah

Kau tau betapa rindu ini tidak akan ada habisnya hanya untukmu.
Kuyakin suatu saat nanti kita akan dipertemukan lagi setidaknya dalam mimpi disaatku tertidur.
Betapa aku merindukan dulu, ketika kau menjemputku setiap pulang sekolah ditengah kesibukanmu.
Sengaja berpura-pura tertidur di mobil hanya agar kau gendong dan kau baringkan dikamar.
Sedikit merajuk agar kau mengajak aku pergi berdua ke tempat yang aku inginkan, dirangkul dan hanya untuk dibelikan makanan kesukaanku.
Mungkin hanya 17 tahun kurang 2 hari kau membimbingku, tapi aku mencoba di 7 tahun lebih kepergianmu ini selalu memberikan yang terbaik untuk dirimu dan ibuk.
Ayah, betapa banyak cerita yang ingin aku ceritakan kepadamu. Sungguh sering sekali aku mengkhayal tentang masukan yang akan kau berikan kepadaku agar aku dapat berpikir lebih dewasa. Jujur aku tidak siap menghadapi masalahku sendirian untuk kedepan ini.

Saturday, October 8, 2016

Cerita di gerbong kereta

Hari itu aku pulang kerja lebih cepat dari biasanya, biasanya jam 17:30 lebih aku baru sampai di stasiun kereta, tapi dihari itu pas sekali jam 17:00. Lebih cepat setengah jam, itu hal yang sangat berharga untukku, setidaknya aku sampai dirumah masih ada matahari senja.
Tapi bukan itu inti cerita ini, sesampainya di stasiun aku langsung masuk ke peron pertama, jalur biasanya aku pulang kerja. Tanpa ada perasaan apapun, aku sabar menunggu sekitar 15 menit kereta datang. Akhirnya kereta datang, dan harapan gerbong tidak terlalu ramai hari ini, dan kalau beruntung aku bisa mendapatkan tempat duduk.
Dan harapanku musnah, gerbong penuh, walaupun tidak sesak. Aku masuk ke gerbong yang menurutku tidak terlalu penuh. Sekilas aku melihat sosok lelaki dengan umur sekitar 50an besar tinggi berdiri di sebelah kiri pintu kereta, aku tak peduli awalnya, aku masuk dan berdiri sambil menggenggam pegangan tangan yang telah disediakan. Tak sengaja aku menoleh kepada bapak tersebut, apakah ini mimpi? Aku seperti mengenali sosoknya, sosok yang selama 7 tahun ini pergi dari hidupku. Penasaran, aku lirik lagi bapak tersebut, benar, dia sangat mirip dengan sosok yang sangat aku kagumi. Tak berani aku melihat terlalu lama, takut kalau beliau menyadari aku memperhatikannya. Yang tidak mirip hanya bagian telinganya. Dari rambutnya yang putih penuh beruban, matanya, hidung, mulut, bentuk tubuh, sangatlah mirip. Kalau berdekatan aku akan mengatakan kepadanya bahwa dia sangat mirip sekali dengan ayahku. Cukup mengobati rasa rinduku selama tujuh tahun belakangan.

Aaaah rindu sekali, semoga bisa bertemu lagi di kereta yang sama dengan gerbong yang sama dan dengan keadaan kita bisa saling bertegur sapa.

Wednesday, September 21, 2016

Home sick?

Mungkinkah ini yang dikatakan orang rindu rumah? Yang teman temanku rasakan selama ini?

Rindu dengan suasana rumah yang tidak selalu damai, rindu dengan cerita ibuk tentang sinetron yang sedang ditonton, rindu pergi ke mall tanpa harus membayar bill sendiri, rindu rasa cemas setiap malam saat salah satu anggota keluarga belum dirumah, rindu kesendirian dikamar, rindu masakan ibuk, rindu ketika teman teman datang kerumah secara tiba tiba, rindu rindu rindu!

Saturday, September 17, 2016

Alasan demi alasan menyambar
Kala rasa itu datang entah darimana saja datangnya
Untukmu, yang seketika masuk kedalam pikiranku tanpa permisi

Rasa yang aku rasakan ini apakah juga kau rasakan?
Indah sekali ketika aku mengenangmu
Namun sepertinya itu tak pantas kulakukan
Dalam diam aku berpikir, mengapa harus dirimu?
Untukmu, terima kasih

Friday, September 9, 2016

Hari ke 2

Malam ke dua aku pulang kerumah, dan kekhawatiran itu masih ada. Sulit sekali untuk meninggalkan yang ada disini. Aku ingin selalu ada untuk ibuku, wanita yang menurutku sangat tegar dalam menjalani hidupnya.
Beban hidup yang beliau tanggung sepeninggalan ayahku tidaklah mudah. Tetapi ia tetap menjadi wanita yang kuat, wanita yang selalu sabar dengan watak ke empat anaknya yang semua berbeda.
Malam ini, tangisnya terlihat lagi olehku. Beban yang iya pikul ternyata sangatlah berat. Dia mencurahkan segala isi hatinya selama kurang lebih sebulan saat aku mulai tidak tinggal di rumah.
Kekhawatirannya yang sangat tinggi, beban pikirannya, semuanya iya curahkan kemarin malam dan malam ini. Mungkin masih banyak lagi tapi yang tak bisa terucapkan oleh beliau.

Friday, July 15, 2016

susah untuk memupuk rasa kepercayaan yang telah dirusak.
menganggap bahwa sesuatu itu tidak pernah terjadi.
membuat hal yang sebenarnya biasa terlihat seperti 'kebetulan yang dibuat-buat'.

ayolah otak dan hati berdamailah, buat aku memihak salah satu dari kalian.

Wednesday, July 13, 2016

Sulit sekali untuk menumbuhkan rasa percaya itu lagi.
Setelah dirusak sedikit saja rasa percaya itu sulit untuk dibenahi.
Ternyata benar yang dikatakan orang, sekali kau merasa di khianati sangat sulit untuk berpura-pura tidak tau seperti sedia kala dan menjalani hidupmu seperti biasanya.
Sungguh, aku tidak ingin hidup seperti ini. Tapi kekecewaan ini sudah terlalu besar untuk ditutup kembali.

Wednesday, July 6, 2016

Kalau sudah tak ada lagi rasa menghormati dan menjaga perasaan satu sama lain, untuk apa masih tetap bertahan?

Saturday, July 2, 2016

Seharusnya ini menjadi hari paling bahagia, hari yang di tunggu sejak lama.
Tapi sudah tidak ada lagi yang bisa diharapkan. Seperti yang pernah aku tulis kemarin, kebohongan tetaplah kebohongan.
Meskipun terbungkus rapi, terasa manis akan rusak semuanya ketika kita mengetahui kebenaran sesungguhnya.
Aku menyerah dengan keadaan, aku tidak akan berharap terlalu banyak (lagi).

Tuesday, May 24, 2016

Bolehkah aku untuk egois saat ini?
Aku sudah tidak tahan lagi
Aku cemburu
Aku rindu
Aku hanya ingin meminta beberapa jam dari 24 jam yang kau miliki
Aku ingin seperti dulu
berbagi cerita dan tertawa sampai aku tertidur
Aku tidak butuh hal-hal mewah yang diinginkan wanita-wanita pada umumnya
Aku tidak memaksa kau harus selalu memberiku kabar
Hanya saja aku ingin kau mengerti bahwa menunggu tidaklah nyaman
apalagi disaat kau telah lama menunggu tapi kau merasa tak diinginkan
Sebagian isi otakku penuh akan dirimu
menganggap kau sudah berbeda, kau tidak ingin diganggu olehku, kau malu dengan keberadaanku disekitarmu, atau kau mungkin memiliki seseorang lain untuk kau bahagiakan sekarang
Entahlah aku tak tau

Thursday, May 12, 2016

Ketika

Kapan aku bisa mengatakan perasaan yang sebenarnya aku rasakan dengan baik secara langsung?

Tanpa memendam dan menyimpan sedikitpun perasaan ini

Tanpa harus bertele-tele

Tanpa harus menyakiti perasaan orang lain

Tanpa harus mengeluarkan air mata

Saturday, April 23, 2016

Hmm, bingung sekali.
Mengapa setelah sekian lama atas semua apa yang kau tulis, semua yang kau buat, semua yang kau katakan seolah-olah itu tertuju padaku?

Ah mungkin hanya perasaanku saja, perasaan yang tak seharusnya ada pada tempatnya.

Friday, April 22, 2016

aku percaya akan kekuasaan Allah yang selalu punya jalannya sendiri untuk memberikan kejutan-kejutan yang indah yang akan membuat aku bahagia nantinya

Monday, April 18, 2016

Kepada Hujan

Terima kasih kau selalu datang disaat aku merasa sendiri. Setidaknya bila aku merasa sepi ada kau yang menyanyikan rintikmu. Setidaknya ketika aku ingin menangis kau selalu mampu untuk menutupinya. Setidaknya ketika aku bahagia kau membawa doa dari setiap yang aku pinta. Setidaknya ketika aku ingin ditemani kau datang dengan senang hati. Terima kasih, terima kasih banyak. Sungguh ini adalah rasa terima kasih yang tulus dariku. Setidaknya aku bukanlah mereka yang hanya berucap menyukaimu tapi mereka bentangkan payung untuk menghindarimu, aku selalu menyukai ketika kau menyentuh wajahku, selalu menyukai ketika kau membasahi rerumputan dan pepohonan yang sudah lama tak berjumpa denganmu, dan selalu menyukai suara yang kau buat bagaikan musik tersendiri ditelingaku.
Terimakasih, karena selalu menemaniku disaat aku sendiri.

Sunday, April 17, 2016

Apa yang kau harapkan dengan keadaan seperti ini? Kau ingin dia selalu ada untukmu? Kau ingin waktunya selalu untukmu?
Kalau itu yang kau inginkan bersiaplah untuk kecewa, karena di kehidupannya bukan hanya dirimu. Dia pasti jenuh dengan permintaanmu yang selalu menyita waktunya.

Mungkin perasaan itu hanya kau sendiri yang rasakan. Ketika kau mengatakan itu kepadanya, mungkin dia hanya terpaksa mengatakan iya juga merasakan hal yang sama karena tidak ingin membuatmu marah atau merasa tidak enak jika dia tidak menanggapimu. Beruntung dia tidak langsung menghilang dari hidupmu dan meninggalkanmu begitu saja karena merasa bosan denganmu.

Sudahlah, jangan terlalu banyak menuntut dan meminta banyak hal. Memang berat merasakan hal itu sendiri tanpa harus diungkapkan, tetapi yakinlah suatu saat akan ada orang yang memperlakukanmu seperti yang kau inginkan tanpa harus kau meminta.

Thursday, April 7, 2016

Semakin kesini semakin hebat rasa khawatir itu. Mungkin dan semoga saja ini hanya perasaanku. Apakah rasa rindu ini hanya kurasakan sendiri. Mengapa kalian yang kuharap dapat selalu menjagaku dengan mudahnya pergi? Entah hanya untuk sementara atau selama-lamanya. Sedangkan aku disini sendiri terkurung di kota yang tidak menyenangkan ini.
Apakah kau tau aku sangat khawatir menunggu disini? Inilah salah satu faktor yang membuat aku lebih ingin sendiri, dimana yang aku pikirkan hanyalah diriku sendiri, tanpa sibuk memikirkan hal-hal yang belum pasti seperti ini.
Ingatlah, aku tak akan merengek untuk memintamu kembali saat kau dapat menjaga kepercayaan ini, saat kau berterus terang tentang keadaanmu dan apa yang kau pikirkan tentang aku. Bahkan ketika kau bosan dengan hubungan ini, aku berjanji aku akan tidak apa-apa disini.

Saturday, April 2, 2016

Malam ini, aku menangis sesegukan di takbir ke dua shalat isyaku. Bukan karena perasaan bersalahku, bukan karena ingat almarhum ayahku, bukan pula karena permintaan untuk diriku kepada-Nya.
Disujud kedua, aku teringat mereka. Mereka yang selalu ada disaat aku butuhkan, mereka yang selalu ada disaat aku merasa bahagia, mereka yang tahu segala kisahku. Mereka yang tidak ada hubungan darah sama sekali denganku, tetapi lebih dari keluarga bagiku. Mereka yang tidak sungkan menegur ketika aku salah, dan tidak sungkan meminta maaf ketika aku merasa tidak suka dengan tingkah mereka.
Kami yang dulu selalu bersama, belajar, bermain, bahkan tidak melakukan apapun bersama. Sekarang semua berbeda, kami sudah memiliki kesibukan sendiri, walaupun sulit pada awalnya aku yakin akan banyak pengalaman yang akan kami ceritakan ketika kami berkumpul.
Seketika ingatan tentang mereka muncul, membuatku merasa aneh, di takbir berikutnya aku menangis sejadi-jadinya, tanpa alasan aku tidak mengerti apa yang aku tangisi. Di akhir sujudku bertambah jadi aku menangis. Semakin aku hendak duduk terakhir semakin lama aku ingin menangis.
Semoga mereka selalu sehat, selalu dalam lindungan-Nya. Semoga segala urusan mereka selalu lancar. Dan semoga mereka dapat menjaga diri mereka dimanapun mereka.

Saturday, March 26, 2016

Tahukah kau, aku lebih suka memendam cinta untukku sendiri dan ketika aku mencintai seseorang lebih baik hanya kusalurkan dengan Tuhan. Karena ketika aku mengungkapkan rasa cintaku kepadanya maka yang kurasakan hanyalah kegelisahan. Rasa tersebut akan semakin besar seiring dengan seberapa lama aku mengungkapkannya. Aku lebih memilih untuk mengungkapkan perasaanku tentang dia kepada Tuhan yang mengatur perasaan ini. Karena ketika hanya aku dan Tuhan yang mengetahui perasaan ini semakin aku berdoa tentang dirinya semakin pasrah aku untuk diarahkan kemana perasaan ini. Tak peduli seberapa lama aku mengadu semakin ikhlas aku untuk melepaskan. Seperti kata-kata yang pernah kubaca karena hakikatnya cinta adalah melepaskan, semakin sejati dia maka semakin tulus kau melepaskannya.

Sunday, March 20, 2016

Rindu kota itu, pernah sekali mendengar percakapan seorang ibu dengan pendatang di sebuah angkutan umum.

Ibu: dari mana dek? Kesini liburan ya?
Pendatang: dari jakarta bu, iya saya lagi liburan mumpung libur kuliah ini.
Ibu: sendiri aja liburannya? Biasanya orang-orang kayak kamu yang bawa tas besar gini rame-rame lo perginya
Pendatang: iya bu, saya emang biasa liburan sendiri. Lebih bisa menikmati alamnya kalo sendiri bu.
Ibu: kamu sudah pernah kesini sebelumnya? Atau ini baru pertama kali?
Pendatang: waktu itu masih kecil saya pernah kesini sama keluarga saya, tapi karena masih kecil dan sama keluarga jadi belum sempat explore terlalu banyak sama kota nya bu
Ibu: kata orang dulu-dulu kalo sudah pernah kesini dan minum air dari sini pasti bakalan balik lagi ke kota ini. Saya bukan asli sini tapi saya selalu senang tinggal disini. Tidak terlalu ramai, tapi ini masih kota yang akses untuk kemana-mana mudah.

Rindu kapan bisa kembali ke kota itu bersama dengan teman atau keluarga. Melihat kuasa Tuhan dan mengagumi semua ciptaan-Nya. Semoga ada kesempatan untuk berkumpul lagi disana.

Wednesday, March 2, 2016

Entahlah apa yang seharusnya perasaanku sekarang rasakan. Senang atas pencapaian yang telah kau dapatkan, bahwa sebentar lagi kau akan selesai menjalani serangkaian tugasmu yang jauh disana. Tetapi disisi lain akupun merasa sedih, merasa ditinggalkan semenjak dunia lingkungan kerjamu yang baru.
Hmm, aku tau kau pasti juga telah berusaha semampumu untuk menghubungi dan memberikan kabar. Tapi lagi-lagi faktor perbedaan zona waktu dan kesibukanmu yang sekarang membuat semuanya tidak berjalan lancar.
Hey, cepatlah pulang. Aku rindu.

Thursday, February 25, 2016

25 Februari

Malam ini sungguh rasa rindu itu semakin kuat. Hmm, ayah apa kabar disana? Rindu sekali rasanya
Mulai lagi kenangan itu muncul, sehari setelah pulang dari rumah sakit saat pertama kalinya kau dirawat tidak ada sedikitpun kata yang terucap ketika kau mengantarkan aku ke sekolah. Hanya pesan bahwa sepertinya yang menjemputku pulang hari itu adalah sopir karena kau sudah tidak kuat untuk mengemudi sendiri.
Rindu ketika kita hanya pergi berdua, tanpa diketahui keluarga yang lain dan pulang membawa cemburu kepada mereka.
Rindu ketika kau meminta aku untuk membuat teh manis hangat di sore hari.
Rindu pisang goreng hangat yang biasa kau buat ketika hujan.
Rindu caramu membujukku ketika aku sedang bersedih.
Ah, maaf aku menangis lagi ayah. Gadis kecilmu sekarang sudah harus berjuang, mungkin akan berbeda kalau kau masih ada.

Wednesday, February 17, 2016

Kau tau, percakapan-percakapan kita sebelum tidur disetiap malam adalah bagian yang selalu aku tunggu. Entah apapun itu bahasannya, dari mulai yang serius, bercanda, atau bahkan hanya memanggil nama satu sama lain sudah membuatku bahagia.
Kau tau, aku senang sekali, bersyukur bahwa sekarang kau adalah orang yang hampir selalu ada ketika aku butuhkan. Walaupun hubungan ini berjarak, hingga zona waktu di kota kita pun bahkan berbeda, aku tetap bahagia. Yakinlah, aku pernah merasakan hubungan yang lebih buruk daripada ini sehingga membuatku menyerah.
Kau tau, aku sangat menantikan ketika saatnya nanti kau pulang. Kau yang pagi-pagi akan kerumah hanya untuk tidur lagi di sofa ruang keluarga rumah ku , kau yang memuji setiap masakan yg aku buat, kau yang tiba-tiba memberikan kejutan, dan semua hal kecil yang kau perbuat.
Terima kasih atas segala hal yang kau perbuat untukku, mendengar semua keluh kesahku, menegurku ketika aku salah, menyempatkan untuk menghubungiku disela kesibukanmu, dan semua yang selalu kau perjuangkan.

Friday, February 12, 2016

Bodohnya pembicaraan itu lagi yang keluar malam ini. Intinya cuma satu: Tuhan tau yang terbaik, jodoh kita sudah dituliskan sebelum kita lahir di dunia. Seberapa kuat kita mencoba untuk bersatu Allah dengan mudah dapat memisahkan, pun sebaliknya bila sudah berjodoh sekuat apapun kita mencoba menjauh Allah punya cara yang indah untuk menyatukan.

Mau berencana 2 tahun lagi, kalau Allah bilang besok atau bulan depan atau bahkan 3 atau 4 tahun lagi kita bisa apa?
Berharap dengan si 'ini' tapi kalau Allah bilang sama si 'itu' mau bagaimana?
Intinya berusaha aja jadi yang lebih baik lagi, toh jodoh kita cerminan diri kita sendiri kan?

Kecewa (?)

Hei, apa kabar? Kenapa kau yang tak pernah terpikir sedikitpun tiba-tiba hadir dimimpiku malam tadi? Mimpi yang membuatku sangat terkejut ketika sadar dan terbangun tadi.
Dan mungkin Tuhan ingin memberitahukan bahwa ada sesuatu yang ingin kau kabarkan padaku. Benar sekali, ternyata kau sudah memiliki kekasih baru.
Hmm, aku kecewa sebenarnya melihat pilihanmu yang sekarang. Entahlah, mengapa aku harus marah atau cemburu atau bahkan mencoba mengatur wanita yang kau pilih. Di dalam hati cuma bisa berkata (astaga, kenapa wanita seperti itu yang kau pilih sekarang? Apa kelebihannya? Apa yang membuatmu bisa mencintainya?)
Hmm sudahlah, aku tidak tahu harus bagaimana lagi. Aku belum tahu lebih dalam lagi mengenai wanita ini. Yang jelas aku tidak menyukainya, entahlah padahal aku hanya melihat dari fotonya saja. Semoga wanita ini benar kau sayangi dan kau cintai seutuhnya.

i.m.u.r.i

Monday, February 8, 2016

Confused

Percakapan malam ini membuatku berpikir mengenai masa depan kita. Satu dari ketakutan yang aku pendam terbuka. Benar ternyata adanya, membuat pembicaraan yang hangat berubah menjadi pertanyaan-pertanyaan yang muncul di kepala.
Banyak hal yang aku korbankan demi perasaan ini, beberapa diantaranya bahkan sangat berharga bagiku. Aku rela melepaskan dan mengalami kesedihan-kesedihan yang sangat sulit untukku. Dulu kupikir hidup adalah pilihan, dan semua yang kudapatkan saat ini adalah hasil dari pilihan-pilihan hidupku terdahulu. Tapi sekarang, kurasa hidup tidak serta merta pilihan yang aku pilih, melainkan bagaimana cara kita menyikapi pilihan hidup tersebut, tentang berpikir panjang sebab dan akibat yang akan terjadi, dan pasrah dengan jalan yang tuhan telah berikan.
Hmm, kuharap semakin banyak pertanyaan dikepalaku terjawab, setidaknya terbuka sedikit demi sedikit sampai nanti saatnya aku dapat menentukan pilihan hidupku lagi.

Wednesday, February 3, 2016

Rabu, 3 Februari

Kemarin, seorang teman bertanya padaku tentang dirimu, tentang hubungan kita, dan menanyakan apakah aku bahagia bersamamu.
Ragu untuk menanggapinya beberapa saat, kuceritakan kepadanya tentang semua keraguanku, tentang bahagianya aku ketika kau menyempatkan menghubungiku di sela kesibukanmu, tetapi masih saja keraguan-keraguan itu lebih menang.
Mendengar semua jawabanku tentang pertanyaannya, kau tau? dia berkata kalau kau adalah pria yang baik, pria yang patut untuk aku perjuangkan.
Ketika kutanyakan tentang apa yang membuatnya berkata begitu, dia hanya berkata bahwa sebanyak apapun keraguanku tentang dirimu itu hanya asumsi yang ada dipikiranku saja, asumsi-asumsi yang tidak memiliki landasan seperti itulah yang sering merusak keadaan dan seharusnya ditanyakan langsung kepadamu.
Kuharap segera dapat menghilangkan pikiran yang mengganggu ini.

Tuesday, February 2, 2016

Palembang, 2 Februari, hampir tengah malam

Kau tau, aku sudah muak dengan kehidupanmu yang selalu menyalahkan orang lain tanpa ada sedikitpun rasa untuk introspeksi dirimu sendiri, tanpa melihat apakah sebenarnya terjadi dikehidupanmu adalah hasil dari perbuatanmu sendiri.
Kau tau, aku meminta maaf bukan karena aku merasa bersalah, aku meminta maaf karena hanya untuk meredam keadaan, berharap keadaan akan lebih membaik.
Kau tau, bila kau telah memutuskan untuk tidak lagi berhubungan denganku sebenarnya tak masalah bagiku. Setidaknya bukan aku yang memulai hal yang paling dibenci oleh Tuhan itu dan aku telah mencoba untuk memperbaiki.
Satu pesanku untukmu, atau siapapun yang membaca tulisan ini, jangan pernah menyalahkan orang lain dengan apa yang terjadi dikehidupanmu, hal yang terjadi hari ini dihidupmu adalah hasil dari yang kau kerjakan kemarin.

Tuesday, January 12, 2016

13 Januari, dini hari

Yaa Allah aku tau rencana-Mu yang terbaik. Aku harap dalam waktu dekat ini kau berikan jawaban. Selalu berikan aku kekuatan untuk menghadapi cobaan dan jalan hidup yang kau berikan padaku yaa Allah.

Friday, January 8, 2016

Teruntuk dirimu

Tau kah kau, sekarang setiap kata yang kau ucapkan melalui temanku atau langsung kepadaku sungguh berasa menyakitkan.
Maaf, hanya itulah yang dapat aku ucapkan untuk saat ini sampai nanti ketika kau sudah dapat memaafkan.
Mungkin kau tak inginkan lagi aku berada di kehidupanmu, tak apa pikirku awalnya, tetapi semakin kesini semakin sakit ternyata. Bahkan aku mulai berpikir bahwa mereka yang lain juga tak menginginkanku.
Tau kah kau, kuharap tulisan ini kau baca. Kuharap kau tetap membaca semua tulisanku. Kuharap kerinduan yang aku rasakan sekarang juga kau rasakan. Kuharap Tuhan mendengar semua pintaku agar pintu hatimu terbuka untuk memaafkanku.

Tuesday, January 5, 2016

Ketika kau tau kau tidak lagi diprioritaskan. Tetapi kau tak dapat berucap, tidakkah kau merasa ada sesuatu yang aneh di dalam dirimu?
Aku tak akan memberitahukan hal itu, tidak akan pernah. Karena aku mengetahui bahwa kau sebenarnya lelah, bukan hanya aku yang ada di dalam duniamu, masih banyak hal lain yang sedang kau perjuangkan.
Ingin rasanya menyerah, tapi untuk apa? Untuk saat ini cukuplah aku dan Tuhan yang tau bagaimana perasaanku padamu.

Monday, January 4, 2016

Kerinduan yang sekarang berbeda, semakin kesini semakin jauh jarak diantara kami. Semua yang ia lakukan sekarang adalah untuk masa depannya, untuk kebaikannya.
Kerinduan yang sekarang hanya dapat kusampaikan dengan doa, bukan seperti dulu yang selalu merengek ingin bertemu. Karena aku tau tidak ada gunanya mengatakan hal itu, hanya akan menambah beban dipundaknya.
Kerinduan yang sekarang disampaikan seadanya, usahanya untuk menyempatkan menghubungi disela kesibukannya, atau diantara lelahnya.
Kerinduan yang sekarang lebih mengajarkan tentang keikhlasan dan merelakan juga tentang melepaskan.