Saturday, February 27, 2016
Thursday, February 25, 2016
25 Februari
Malam ini sungguh rasa rindu itu semakin kuat. Hmm, ayah apa kabar disana? Rindu sekali rasanya
Mulai lagi kenangan itu muncul, sehari setelah pulang dari rumah sakit saat pertama kalinya kau dirawat tidak ada sedikitpun kata yang terucap ketika kau mengantarkan aku ke sekolah. Hanya pesan bahwa sepertinya yang menjemputku pulang hari itu adalah sopir karena kau sudah tidak kuat untuk mengemudi sendiri.
Rindu ketika kita hanya pergi berdua, tanpa diketahui keluarga yang lain dan pulang membawa cemburu kepada mereka.
Rindu ketika kau meminta aku untuk membuat teh manis hangat di sore hari.
Rindu pisang goreng hangat yang biasa kau buat ketika hujan.
Rindu caramu membujukku ketika aku sedang bersedih.
Ah, maaf aku menangis lagi ayah. Gadis kecilmu sekarang sudah harus berjuang, mungkin akan berbeda kalau kau masih ada.
Wednesday, February 17, 2016
Kau tau, percakapan-percakapan kita sebelum tidur disetiap malam adalah bagian yang selalu aku tunggu. Entah apapun itu bahasannya, dari mulai yang serius, bercanda, atau bahkan hanya memanggil nama satu sama lain sudah membuatku bahagia.
Kau tau, aku senang sekali, bersyukur bahwa sekarang kau adalah orang yang hampir selalu ada ketika aku butuhkan. Walaupun hubungan ini berjarak, hingga zona waktu di kota kita pun bahkan berbeda, aku tetap bahagia. Yakinlah, aku pernah merasakan hubungan yang lebih buruk daripada ini sehingga membuatku menyerah.
Kau tau, aku sangat menantikan ketika saatnya nanti kau pulang. Kau yang pagi-pagi akan kerumah hanya untuk tidur lagi di sofa ruang keluarga rumah ku , kau yang memuji setiap masakan yg aku buat, kau yang tiba-tiba memberikan kejutan, dan semua hal kecil yang kau perbuat.
Terima kasih atas segala hal yang kau perbuat untukku, mendengar semua keluh kesahku, menegurku ketika aku salah, menyempatkan untuk menghubungiku disela kesibukanmu, dan semua yang selalu kau perjuangkan.
Friday, February 12, 2016
Bodohnya pembicaraan itu lagi yang keluar malam ini. Intinya cuma satu: Tuhan tau yang terbaik, jodoh kita sudah dituliskan sebelum kita lahir di dunia. Seberapa kuat kita mencoba untuk bersatu Allah dengan mudah dapat memisahkan, pun sebaliknya bila sudah berjodoh sekuat apapun kita mencoba menjauh Allah punya cara yang indah untuk menyatukan.
Mau berencana 2 tahun lagi, kalau Allah bilang besok atau bulan depan atau bahkan 3 atau 4 tahun lagi kita bisa apa?
Berharap dengan si 'ini' tapi kalau Allah bilang sama si 'itu' mau bagaimana?
Intinya berusaha aja jadi yang lebih baik lagi, toh jodoh kita cerminan diri kita sendiri kan?
Kecewa (?)
Hei, apa kabar? Kenapa kau yang tak pernah terpikir sedikitpun tiba-tiba hadir dimimpiku malam tadi? Mimpi yang membuatku sangat terkejut ketika sadar dan terbangun tadi.
Dan mungkin Tuhan ingin memberitahukan bahwa ada sesuatu yang ingin kau kabarkan padaku. Benar sekali, ternyata kau sudah memiliki kekasih baru.
Hmm, aku kecewa sebenarnya melihat pilihanmu yang sekarang. Entahlah, mengapa aku harus marah atau cemburu atau bahkan mencoba mengatur wanita yang kau pilih. Di dalam hati cuma bisa berkata (astaga, kenapa wanita seperti itu yang kau pilih sekarang? Apa kelebihannya? Apa yang membuatmu bisa mencintainya?)
Hmm sudahlah, aku tidak tahu harus bagaimana lagi. Aku belum tahu lebih dalam lagi mengenai wanita ini. Yang jelas aku tidak menyukainya, entahlah padahal aku hanya melihat dari fotonya saja. Semoga wanita ini benar kau sayangi dan kau cintai seutuhnya.
i.m.u.r.i
Monday, February 8, 2016
Confused
Percakapan malam ini membuatku berpikir mengenai masa depan kita. Satu dari ketakutan yang aku pendam terbuka. Benar ternyata adanya, membuat pembicaraan yang hangat berubah menjadi pertanyaan-pertanyaan yang muncul di kepala.
Banyak hal yang aku korbankan demi perasaan ini, beberapa diantaranya bahkan sangat berharga bagiku. Aku rela melepaskan dan mengalami kesedihan-kesedihan yang sangat sulit untukku. Dulu kupikir hidup adalah pilihan, dan semua yang kudapatkan saat ini adalah hasil dari pilihan-pilihan hidupku terdahulu. Tapi sekarang, kurasa hidup tidak serta merta pilihan yang aku pilih, melainkan bagaimana cara kita menyikapi pilihan hidup tersebut, tentang berpikir panjang sebab dan akibat yang akan terjadi, dan pasrah dengan jalan yang tuhan telah berikan.
Hmm, kuharap semakin banyak pertanyaan dikepalaku terjawab, setidaknya terbuka sedikit demi sedikit sampai nanti saatnya aku dapat menentukan pilihan hidupku lagi.
Wednesday, February 3, 2016
Rabu, 3 Februari
Kemarin, seorang teman bertanya padaku tentang dirimu, tentang hubungan kita, dan menanyakan apakah aku bahagia bersamamu.
Ragu untuk menanggapinya beberapa saat, kuceritakan kepadanya tentang semua keraguanku, tentang bahagianya aku ketika kau menyempatkan menghubungiku di sela kesibukanmu, tetapi masih saja keraguan-keraguan itu lebih menang.
Mendengar semua jawabanku tentang pertanyaannya, kau tau? dia berkata kalau kau adalah pria yang baik, pria yang patut untuk aku perjuangkan.
Ketika kutanyakan tentang apa yang membuatnya berkata begitu, dia hanya berkata bahwa sebanyak apapun keraguanku tentang dirimu itu hanya asumsi yang ada dipikiranku saja, asumsi-asumsi yang tidak memiliki landasan seperti itulah yang sering merusak keadaan dan seharusnya ditanyakan langsung kepadamu.
Kuharap segera dapat menghilangkan pikiran yang mengganggu ini.
Tuesday, February 2, 2016
Palembang, 2 Februari, hampir tengah malam
Kau tau, aku sudah muak dengan kehidupanmu yang selalu menyalahkan orang lain tanpa ada sedikitpun rasa untuk introspeksi dirimu sendiri, tanpa melihat apakah sebenarnya terjadi dikehidupanmu adalah hasil dari perbuatanmu sendiri.
Kau tau, aku meminta maaf bukan karena aku merasa bersalah, aku meminta maaf karena hanya untuk meredam keadaan, berharap keadaan akan lebih membaik.
Kau tau, bila kau telah memutuskan untuk tidak lagi berhubungan denganku sebenarnya tak masalah bagiku. Setidaknya bukan aku yang memulai hal yang paling dibenci oleh Tuhan itu dan aku telah mencoba untuk memperbaiki.
Satu pesanku untukmu, atau siapapun yang membaca tulisan ini, jangan pernah menyalahkan orang lain dengan apa yang terjadi dikehidupanmu, hal yang terjadi hari ini dihidupmu adalah hasil dari yang kau kerjakan kemarin.