Wednesday, October 28, 2015

28 Oktober, sesak

Assalamualaikum ayah sayang. Sesak sekali malam ini. Maaf ria ndak bisa jaga kesehatan. Asap tebal sekali disini.
Ayah ria rindu, rindu sekali. Tapi ndak bisa sama sekali terbayang wajah ayah yang bahagia. Tiap ngebayangin pasti wajah ayah yang dirumah sakit, wajah ayah yang terakhir kali ria liat.
Ayah ria rindu, rindu setiap jam 10 pagi sebelum ayah makan siang disuruh masak nasi. Rindu setiap sore sepulang ayah dari pergi disuruh ayah buat teh manis. Rindu dijemput sama ayah waktu habis les atau sekolah. Rindu mampir dulu kemana mana setelah ayah jemput ria.
Ayah ria rindu. Maaf malam ini cengeng lagi.

Saturday, October 24, 2015

Butuh istirahat, butuh menenangkan diri ke suatu tempat, dimana hanya ada aku dan diriku sendiri tanpa gangguan dari manapun. Mungkin, mungkin aku akan mengunjungimu, kepada kau orang yang akan kutemui nanti.

Friday, October 23, 2015

Senang sekali mengetahui bahwa ada orang yang memperjuangkanmu ketika kau memperjuangkan orang lain tetapi selalu dihiraukan.
Mengetahui bahwa ada banyak sekali yang menyayangimu ketika kau selalu merasa kesepian dan merasa sendiri.
Mengetahui bahwa ada yang selalu merindukanmu ketika kau merindukan seseorang dan tidak mampu mengatakannya.
Karena cinta menurutku tidak selalu memperjuangkan, menyayangi, dan merindukan, tetapi harus ada timbal balik yang sesuai agar dapat mempertahankannya. Ketika kau merasa lelah memperjuangkan, menyayangi, dan merindukannya, berhentilah sejenak, lihat disekeliling, adakah orang lain yang merasakan apa yang kau rasakan terhadapmu? Karena kau tau bagaimana rasanya, dan sepertinya kau tau harus melakukan apa.

Thursday, October 22, 2015

Karena kebohongan tetaplah kebohongan. Tidak ada yang baik dalam hal itu. Entah diselipkan embel-embel "bohong untuk kebaikan" bohong tetaplah bohong. Akan lebih sakit bila yang dibohongi mengetahui kalau dia sudah dibohongi dibandingkan mengetahui kebenaran yang sebenarnya. Karena kebohongan tetaplah kebohongan.

22 Oktober, sudah mulai malam

Entahlah, tidak merasakan apapun yang spesial hari ini. Tetapi ada terbersit rasa kecewa, entah untuk siapa dan karena apa. Merasa dikecewakan, tetapi akupun bingung siapa yang mengecewakan. Merasa ditinggalkan, tetapi bingung siapa yang meninggalkan. Merasa terasingkan, merasa sendiri, merasa tidak dianggap.
Entahlah, mungkin hanya perasaanku saja.

Tuesday, October 20, 2015

Kepada-Mu

Sekali lagi Tuhan, sekali lagi aku memohon kepada-Mu.
Bila perasaan yang aku rasakan sekarang, bahagia yang aku dapatkan sekarang, dan seluruh yang ada padaku sekarang dapat menyakiti hati dan perasaan orang lain, maka cabutlah semuanya, ambil dan simpan untukku nanti ketika tidak ada lagi yang tersakiti.

Sunday, October 18, 2015

Minggu, 18 Oktober 2015

Hari ini aku belajar, belajar banyak sekali terutama untuk bersyukur atas segala hal yang sudah dimiliki saat ini.
Bersyukur sudah lahir dari keluarga yang bercukupan, disayangi oleh orang-orang disekitar, tinggal dilingkungan yang nyaman, makan dengan gizi yang tercukupi, berpakaian pantas kemanapun aku pergi, dan hal-hal kecil lainnya yang luput dari pandanganku saat ini.
Pembelajaran ini didapatkan bukan dari orang yang terkenal, bukan pula dari mereka yang telah sukses hidupnya. Pembelajaran ini didapat dari mereka yang tinggal di dinas sosial dan panti rehabilitasi. Mereka yang di tangkap karena dianggap meresahkan, kemudian di pelihara disini. Mereka adalah anak-anak yang hebat sekali, yang sudah berusaha lebih dari seharusnya apa yang mereka usahakan di umur mereka yang sekarang.
Terima kasih sudah memberikan aku pembelajaran hidup yang sangat berharga, terima kasih sudah menjadi guru yang memberikan ilmu yang tidak diajarkan dimanapun. Sekali lagi terima kasih banyak.

Friday, October 16, 2015

Berbuat baiklah tanpa harus mengharapkan imbalan.
Berbuat baik dengan tulus dan ikhlas tidak akan membuatmu merugi.
Bahkan berbuat baik dengan mereka yang telah berbuat buruk kepadamu.
Karena pertolongan ketika kau membutuhkan akan datang untukmu dari arah manapun.
Karena perbuatan baik pasti akan dibalas baik, memang tidak selalu melalui orang yang kau tolong sebelumnya.

Sunday, October 11, 2015

12 Oktober 2015

Selamat ulang tahun ayah sayang. Selalu rindu ayah setelah 6 tahun ini. Nanti siang rencananya bakal jenguk ayah lagi. Ayah semoga bahagia yaa disana.
Ayah, maafin ria belum bisa kasih apa-apa sewaktu ayah masih ada. Ria cuma taunya nyusahin ayah dari kecil sampe ayah pergi. Tapi ria janji, bakalan bahagiain ibuk, buat ibuk bangga.
Tungguin ria hari ini ya yah, love you yah.

Saturday, October 3, 2015

Tahun ke 6, 4 Oktober 2015

Ayah, sudah 6 tahun lo ayah pergi. Disini semakin terbiasa, semakin kuat, semakin hidup lagi. Walaupun begitu kami masih tetap rindu ayah, masih sering berandai-andai kalau ayah masih ada.
Ayah, sebentar lagi ria juga ulang tahun. Dari ulang tahun yang ke 16 dulu sampai sekarang, kado yang ria minta ke ayah cuma satu, ayah dateng ke mimpi ria. Ria rindu, sudah lama sekali rasanya ayah tidak dateng ke mimpi ria.
Ayah, ria mencoba menjadi wanita dewasa seutuhnya. Berpikir realistis dengan kehidupan yang akan datang. Tapi, ayah tau kan ria belum sekuat itu? Ria minta maaf belum bisa jadi anak yang baik untuk ayah, untuk ibuk. Belum bisa jadi saudara yang baik untuk kak nopi, yuk dwi, dan ican. Ria minta maaf belum bisa kasih lampu yang banyak buat ayah, belum bisa nerangin ayah disana, ria masih suka cengeng, masih suka ngeluh dengan kehidupan sekarang. Tapi ria janji, ria berusaha untuk selalu kirim lampu setiap hari buat ayah, jadi anak ayah yang kuat, yang bisa buat ibuk bahagia. Sekali lagi ria minta maaf belum bisa jadi anak yang baik buat ayah.
Sudah dulu ya yah, ria kan sudah janji bakal kuat, kalau kelamaan nulis ini nanti ria cengeng lagi.

Thursday, October 1, 2015

Merindukan seseorang yang memutuskan untuk menjauhkan dirinya dari kita ternyata adalah hal yang paling menyakitkan. Lebih menyakitkan daripada ditinggalkan tanpa mengucapkan salam perpisahan seperti yang aku katakan kemarin.
Alasan yang tak terduga yang membuat orang itu menjauhkan diri dari saya menambahkan lagi rasa sakit itu. Ketika kau telah mengikhlaskan yang pernah terjadi, ketika kau telah menyadari maksud dari perasaan di hatimu itu, kembalilah. Karena kehilanganmu lagi entah sebagai apapun yang hanya kita berdua menyadari dan mengetahuinya adalah salah satu dari sekian banyak hal yang tidak ingin aku rasakan lagi.