Maaf, mungkin hanya itu yang bisa saya katakan. Entahlah, akupun bingung meminta maaf untuk apa, tapi rasa bersalah ini datang begitu saja.
Rasa itu pasti ada, terselip di lembaran-lembaran cerita, berada di antara kebingungan, bergulir di sela-sela kegalauan. Rasa yang mungkin hanya aku yang dapat merasakannya. Rasa yang membuatku sangat bahagia sekarang.
Ketika kau menyempatkan datang disela kesibukanmu, ketika kau tiba-tiba memberikan es krim saat perasaanku sedang kacau, ketika kau berusaha bangun lebih pagi agar bisa bertemu.
Tapi, bukan itu yang membuat aku merasakan kebahagiaan ini. Bukan hanya itu. Disaat kau memberikan semangat waktu aku membutuhkannya. Disaat kau mengingatkan waktu aku lupa akan tujuanku. Disaat kau menemaniku waktu aku sendiri. Disaat kau menghapus air mataku waktu aku menangis. Disaat kau sangat menghargaiku dengan segala kekurangan yang kumiliki. Semua itu hal-hal yang mungkin sulit aku dapatkan nanti beberapa bulan kedepan.
Maaf sudah menjadi beban, maaf sudah menyulitkan, maaf atas segala kekurangan, maafkan aku yang jauh dari sempurna.