Monday, November 30, 2015

Sajak Desember

kutanggalkan mantel serta topiku yang tua
ketika daun penanggalan gugur
lewat tengah malam. kemudian kuhitung
hutang-hutangku pada-Mu

mendadak terasa: betapa miskinnya diriku;
di luar hujan pun masih kudengar
dari celah-celah jendela. ada yang terbaring
di kursi letih sekali

masih patutkah kuhitung segala milikku
selembar celana dan selembar baju
ketika kusebut berulang nama-Mu; taram
temaram bayang, bianglala itu

Sapardi Djoko Damono

Tuesday, November 24, 2015

24 November, menjelang malam

Yaa Allah, berikan aku kemudahan dan kelancaran untuk mendapatkan rezeki. Rezeki yang halal, yang berkah, yang kau ridhoi datangnya rezeki tersebut. Rezeki yang tidak mengambil rezeki orang lain, yang tidak merugikan orang lain, dan memberikan manfaat bagi orang banyak.

Sunday, November 22, 2015

Karena menunggu itu menyakitkan buatku. Terserah kau mau berkata tentang sifat yang kekanakan atau apapun. Bagiku menunggu tetaplah tidak menyenangkan. Aku tau sabar adalah jawabannya, tetapi ketika aku menunggu banyak sekali imajinasi didalam pikiranku yang datang. Bagiku membuat orang menunggu adalah salah satu dari tindakan tidak menghargai orang lain. Karena kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi ketika orang tersebut menunggu.

Friday, November 20, 2015

Semoga kita adalah jawaban dari doa-doa yang kita bisikkan dalam sujud-sujud kita selama ini. Karena aku yakin Allah mendekatkan kita untuk suatu alasan, memberikan pelajaran tentang bersyukur pasti adalah salah satunya. Dan semoga ini adalah cerita yang berujung tangis haru bahagia untuk kita.

Saturday, November 14, 2015

Ketika sang pengobat rindu tidak dapat mengobati, lebih baik tidak pernah ada rindu itu terbersit.

Thursday, November 12, 2015

Sorry

Maaf, mungkin hanya itu yang bisa saya katakan. Entahlah, akupun bingung meminta maaf untuk apa, tapi rasa bersalah ini datang begitu saja.
Rasa itu pasti ada, terselip di lembaran-lembaran cerita, berada di antara kebingungan, bergulir di sela-sela kegalauan. Rasa yang mungkin hanya aku yang dapat merasakannya. Rasa yang membuatku sangat bahagia sekarang.
Ketika kau menyempatkan datang disela kesibukanmu, ketika kau tiba-tiba memberikan es krim saat perasaanku sedang kacau, ketika kau berusaha bangun lebih pagi agar bisa bertemu.
Tapi, bukan itu yang membuat aku merasakan kebahagiaan ini. Bukan hanya itu. Disaat kau memberikan semangat waktu aku membutuhkannya. Disaat kau mengingatkan waktu aku lupa akan tujuanku. Disaat kau menemaniku waktu aku sendiri. Disaat kau menghapus air mataku waktu aku menangis. Disaat kau sangat menghargaiku dengan segala kekurangan yang kumiliki. Semua itu hal-hal yang mungkin sulit aku dapatkan nanti beberapa bulan kedepan.
Maaf sudah menjadi beban, maaf sudah menyulitkan, maaf atas segala kekurangan, maafkan aku yang jauh dari sempurna.