Wednesday, September 21, 2016

Home sick?

Mungkinkah ini yang dikatakan orang rindu rumah? Yang teman temanku rasakan selama ini?

Rindu dengan suasana rumah yang tidak selalu damai, rindu dengan cerita ibuk tentang sinetron yang sedang ditonton, rindu pergi ke mall tanpa harus membayar bill sendiri, rindu rasa cemas setiap malam saat salah satu anggota keluarga belum dirumah, rindu kesendirian dikamar, rindu masakan ibuk, rindu ketika teman teman datang kerumah secara tiba tiba, rindu rindu rindu!

Saturday, September 17, 2016

Alasan demi alasan menyambar
Kala rasa itu datang entah darimana saja datangnya
Untukmu, yang seketika masuk kedalam pikiranku tanpa permisi

Rasa yang aku rasakan ini apakah juga kau rasakan?
Indah sekali ketika aku mengenangmu
Namun sepertinya itu tak pantas kulakukan
Dalam diam aku berpikir, mengapa harus dirimu?
Untukmu, terima kasih

Friday, September 9, 2016

Hari ke 2

Malam ke dua aku pulang kerumah, dan kekhawatiran itu masih ada. Sulit sekali untuk meninggalkan yang ada disini. Aku ingin selalu ada untuk ibuku, wanita yang menurutku sangat tegar dalam menjalani hidupnya.
Beban hidup yang beliau tanggung sepeninggalan ayahku tidaklah mudah. Tetapi ia tetap menjadi wanita yang kuat, wanita yang selalu sabar dengan watak ke empat anaknya yang semua berbeda.
Malam ini, tangisnya terlihat lagi olehku. Beban yang iya pikul ternyata sangatlah berat. Dia mencurahkan segala isi hatinya selama kurang lebih sebulan saat aku mulai tidak tinggal di rumah.
Kekhawatirannya yang sangat tinggi, beban pikirannya, semuanya iya curahkan kemarin malam dan malam ini. Mungkin masih banyak lagi tapi yang tak bisa terucapkan oleh beliau.