Malam ke dua aku pulang kerumah, dan kekhawatiran itu masih ada. Sulit sekali untuk meninggalkan yang ada disini. Aku ingin selalu ada untuk ibuku, wanita yang menurutku sangat tegar dalam menjalani hidupnya.
Beban hidup yang beliau tanggung sepeninggalan ayahku tidaklah mudah. Tetapi ia tetap menjadi wanita yang kuat, wanita yang selalu sabar dengan watak ke empat anaknya yang semua berbeda.
Malam ini, tangisnya terlihat lagi olehku. Beban yang iya pikul ternyata sangatlah berat. Dia mencurahkan segala isi hatinya selama kurang lebih sebulan saat aku mulai tidak tinggal di rumah.
Kekhawatirannya yang sangat tinggi, beban pikirannya, semuanya iya curahkan kemarin malam dan malam ini. Mungkin masih banyak lagi tapi yang tak bisa terucapkan oleh beliau.
Friday, September 9, 2016
Hari ke 2
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment