Yaa Allah aku tau rencana-Mu yang terbaik. Aku harap dalam waktu dekat ini kau berikan jawaban. Selalu berikan aku kekuatan untuk menghadapi cobaan dan jalan hidup yang kau berikan padaku yaa Allah.
Tuesday, January 12, 2016
Friday, January 8, 2016
Teruntuk dirimu
Tau kah kau, sekarang setiap kata yang kau ucapkan melalui temanku atau langsung kepadaku sungguh berasa menyakitkan.
Maaf, hanya itulah yang dapat aku ucapkan untuk saat ini sampai nanti ketika kau sudah dapat memaafkan.
Mungkin kau tak inginkan lagi aku berada di kehidupanmu, tak apa pikirku awalnya, tetapi semakin kesini semakin sakit ternyata. Bahkan aku mulai berpikir bahwa mereka yang lain juga tak menginginkanku.
Tau kah kau, kuharap tulisan ini kau baca. Kuharap kau tetap membaca semua tulisanku. Kuharap kerinduan yang aku rasakan sekarang juga kau rasakan. Kuharap Tuhan mendengar semua pintaku agar pintu hatimu terbuka untuk memaafkanku.
Tuesday, January 5, 2016
Ketika kau tau kau tidak lagi diprioritaskan. Tetapi kau tak dapat berucap, tidakkah kau merasa ada sesuatu yang aneh di dalam dirimu?
Aku tak akan memberitahukan hal itu, tidak akan pernah. Karena aku mengetahui bahwa kau sebenarnya lelah, bukan hanya aku yang ada di dalam duniamu, masih banyak hal lain yang sedang kau perjuangkan.
Ingin rasanya menyerah, tapi untuk apa? Untuk saat ini cukuplah aku dan Tuhan yang tau bagaimana perasaanku padamu.
Monday, January 4, 2016
Kerinduan yang sekarang berbeda, semakin kesini semakin jauh jarak diantara kami. Semua yang ia lakukan sekarang adalah untuk masa depannya, untuk kebaikannya.
Kerinduan yang sekarang hanya dapat kusampaikan dengan doa, bukan seperti dulu yang selalu merengek ingin bertemu. Karena aku tau tidak ada gunanya mengatakan hal itu, hanya akan menambah beban dipundaknya.
Kerinduan yang sekarang disampaikan seadanya, usahanya untuk menyempatkan menghubungi disela kesibukannya, atau diantara lelahnya.
Kerinduan yang sekarang lebih mengajarkan tentang keikhlasan dan merelakan juga tentang melepaskan.