Thursday, October 5, 2017

8 tahun lalu

jam 00:00 telpon berbunyi, belum sempat aku menjawab tetapi sudah dimatikan oleh si penelpon. baru sadar bahwa aku tertidur di ruang tengah, ramai dengan keluarga besar yang lain. hari itu adalah acara pengajian 2 hari meninggalnya ayah. tahun terberat dalam hidupku, kehilangan sosok seorang panutan, idola, sosok yang dibanggakan, entah bagaimana nasib keluarga ini kedepannya. tak lama dari lamunanku banyak pesan masuk, intinya sama mengucapkan selamat ulang tahun. dulu, tak pernah aku menganggap hari kelahiran se berarti ini. entah apa maksud Tuhan memberikan kejutan yang terlalu awal kepadaku. hal yang paling tidak aku inginkan dan siapa pula yang ingin ditinggalkan oleh ayah mereka apa lagi untuk selamanya? aku ingat sekali hari itu, untuk pertama kalinya pada hari lahirku diadakan acara dirumah. tapi bukan untuk hal yang berbahagia seperti pesta ulang tahun pada umumnya, tapi pengajian memperingati 3 hari meninggalnya ayah. aku benci tatapan semua orang, tatapan kasihan kepadaku, tatapan iba kepada seorang anak yang baru berumur 16 tahun sudah ditinggalkan ayahnya. aku yakin ayahku meninggalkan aku dan keluargaku karena ayah percaya, dan Tuhan pun percaya bahwa aku dan keluargaku yang lain mampu menghadapi semuanya.

kami buktikan sekarang, 8 tahun berlalu.. kami tidak luntur dalam kesedihan. life must go on. aku berhasil lulus kuliah, diwisuda pada saat umurku 22 tahun hanya lewat 2 hari. memang sulit menjalani 8 tahun tanpa seorang panutan, tanpa seorang pemberi arah. tapi ini adalah pilihan hidupku sendiri. besok, di tahun berikutnya, entah apa lagi kejutan dari-Mu Tuhan..