Thursday, August 15, 2019

Merdeka

mungkin bagimu merdeka adalah tentang tidak adanya lagi peluru yang berterbangan di udara, atau tentang tak ada lagi bunyi rudal yang meledak di antara puing rumah.

mungkin bagimu merdeka adalah tentang berkibarnya bendera kebangsaan negeri ini dengan leluasa, tanpa ada yang tersulut amarahnya.

mungkin bagimu juga merdeka adalah tentang hilangnya bangsa asing yang datang untuk menjarah dan menjajah bangsa kita.

tapi tidak untukku.

bagiku kemerdekaan bukan hanya tentang tidak ada lagi peperangan dengan bangsa lain.

bukan lagi tentang mereka yang terbaring antara Karawang dan Bekasi.

melainkan merdeka adalah bebas untuk menyampaikan seluruh pendapat kita tanpa harus takut untuk diancam.

bagiku merdeka adalah setiap orang dapat mengemban ilmu yang sama sesuai dengan apa yang mereka inginkan.

bagiku merdeka adalah tak ada lagi pemaksaan pemikiran yang harus sama bagi semua orang.

karena perbedaan yang memerdekakan kita, dan membuat kita merasa merdeka.

Monday, August 12, 2019

Allah itu Maha Baik!

Allah itu Maha baik.
aku saja yang tidak bisa merasakan dan mensyukuri yang sudah Ia berikan.

Dulu, ketika kuliah ingin cepat lulus, benar saja Allah memudahkan segala urusan sampai diwisuda.
aku saja yang terlalu merasa hebat, membanggakan diri sendiri, berpikir semua karena usahaku sendiri tanpa bantuan siapapun.

Dulu, ketika mulai ingin bekerja karena teman yang lain sudah bekerja, Allah memberikan kemudahan mendapatkan pekerjaan tanpa harus mengikuti tes panjang seperti orang lain, dengan pekerjaan yang tidak menyia-nyiakan ilmu yang aku pelajari, persis seperti apa yang aku minta.
aku saja yang tidak bersyukur, menganggap penghasilan yang aku dapat tidaklah sesuai dengan apa yang aku kerjakan. Tanpa mensyukuri pengalaman, dan berbagai hal yang telah diberikan.

Dulu, ketika aku ingin menikah.. Allah memberiku 3 pilihan, mungkin untuk menguji seberapa kuat aku untuk istikharah kepada-Nya..
aku saja yang tidak peka atau bahkan tidak peduli dengan seluruh tanda yang telah diberikan dan terlalu egois untuk memaksakan kehendak sehingga Allah memperlihatkan semua kebenaran bahwa pilihanku adalah kesalahan terbesar dalam hidupku.

Sekarang, ketika aku ingin fokus terhadap karir dan melupakan masa lalu.. Allah memberikan pekerjaan yang dulu sempat aku mimpikan..
Apakah aku akan terus mengeluh? Apakah aku akan terus merasa kurang? Apakah aku akan terus merasa tidak nyaman?
atau,
Apakah aku akan belajar mensyukuri dan menikmati segala keadaan yang diberikan kepadaku saat ini?