Malam ini, aku menangis sesegukan di takbir ke dua shalat isyaku. Bukan karena perasaan bersalahku, bukan karena ingat almarhum ayahku, bukan pula karena permintaan untuk diriku kepada-Nya.
Disujud kedua, aku teringat mereka. Mereka yang selalu ada disaat aku butuhkan, mereka yang selalu ada disaat aku merasa bahagia, mereka yang tahu segala kisahku. Mereka yang tidak ada hubungan darah sama sekali denganku, tetapi lebih dari keluarga bagiku. Mereka yang tidak sungkan menegur ketika aku salah, dan tidak sungkan meminta maaf ketika aku merasa tidak suka dengan tingkah mereka.
Kami yang dulu selalu bersama, belajar, bermain, bahkan tidak melakukan apapun bersama. Sekarang semua berbeda, kami sudah memiliki kesibukan sendiri, walaupun sulit pada awalnya aku yakin akan banyak pengalaman yang akan kami ceritakan ketika kami berkumpul.
Seketika ingatan tentang mereka muncul, membuatku merasa aneh, di takbir berikutnya aku menangis sejadi-jadinya, tanpa alasan aku tidak mengerti apa yang aku tangisi. Di akhir sujudku bertambah jadi aku menangis. Semakin aku hendak duduk terakhir semakin lama aku ingin menangis.
Semoga mereka selalu sehat, selalu dalam lindungan-Nya. Semoga segala urusan mereka selalu lancar. Dan semoga mereka dapat menjaga diri mereka dimanapun mereka.
Saturday, April 2, 2016
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment