Thursday, February 23, 2023

PHASE 1

Hidup di lingkungan yang sederhana, Desy kecil yang dipanggi Ria oleh keluarganya bukanlah anak yang ceria seperti namanya. Desy kecil (mungkin sampai sekarang) adalah anak yang cengeng, yang kalo nangis bisa seharian sampai dia merasa lelah atau ketiduran.

Sulit untuk bergaul dengan orang disekitarnya membuatnya lebih tertarik bermain sendirian dirumah ketika saudaranya yang lain bermain diluar rumah. Bukan di bully, tapi karena memang fisiknya yang lemah bila dibandingkan anak-anak pada zaman itu membuatnya merasa dibedakan karena setiap bermain dia akan selalu menjadi anak bawang.

Hidup sebagai anak tengah yang harus mengalah dengan adiknya (ketika Ibu membawa jajanan dari sekolah tempat Ibunya mengajar dan adiknya akan diberikan jatah yang lebih banyak), dan harus mengerti keinginan kakak kakaknya (ketika yang diinginkan Desy kecil tidak sama dengan mereka), membuatnya tidak banyak menuntut. Mungkin faktor inilah yang menyebabkannya menjadi spesial. Ketika menginginkan sesuatu Ayahnya akan dengan senang hati menuruti walaupun Desy kecil harus sabar menunggu.

Ketika Desy kecil ditanya kado yang diinginkan ketika berulang tahun jawabannya hanyalah komik monica dkk, ninja hatori, atau detective conan untuk melengkapi no seri yang masih belum lengkap. Atau alat tulis keren yang berbeda dari teman-temannya disekolah. Atau pensil warna dan crayon dengan pilihan warna yang banyak. Ketika pada saat itu anak seumurannya akan minta dibelikan PS 1, sepeda, atau scooter.

Desy kecil lebih senang memperkenalkan dirinya sebagai Desy, bukan Ria seperti di rumah, karena menurutnya Desy lebih mudah dilafalkan. Dan itu juga yang menyebabkan ketika teman sekolahnya menelpon ke rumah akan sering mendapatkan jawaban bahwa telpon salah sambung. Karena banyaknya orang di rumah dan tidak tau kalau Desy adalah nama depan si Ria.

Yup, terlalu banyak orang di dalam satu rumah. Entah dari mana silsilah keluarga ini yang jelas orang yang tinggal di rumah mungkin sekitar 15 orang (diluar 6  keluarga inti). Mungkin ini juga yang menyebabkan Desy tidak terlalu baik dalam pekerjaan rumah tangga, karena mereka yang tidak dipungut biaya tinggal di rumah mereka telah berbagi tugas beberes rumah.

Desy kecil sebagai anak rumahan lebih dekat dengan Ayah dibandingkan dengan Ibunya. Karena ibu bekerja sebagai guru yang jadwal mengajarnya tidak pernah sama dengan jam sekolah Desy. Sampai saudara-saudaranya sempat merasa iri, karena Desy adalah satu-satunya anak yang mendapatkan handphone baru dari Ayah, bukan dari bekas pakai Ayah atau Ibuknya. Desy yang ketika pulang les bahasa inggris akan dijemput dan diajak pergi ke mall hanya berdua dengan Ayahnya di saat kakak kakaknya harus pulang les naik angkot, dan adiknya tinggal di rumah. Walaupun tidak banyak bicara satu sama lain disepanjang perjalanan, tetapi Desy kecil sangat senang dengan moment pada saat itu. 

Desy kecil bukanlah anak yang pintar, hanya anak rata-rata pada umumnya. Tidak pernah mendapat ranking 5 besar. Tidak juga pintar dalam berkesenian dan olahraga. Jika sekarang kupikir lagi, Desy kecil bukanlah anak yang spesial. Hanya anak kecil pada umumnya. Wajar bila tidak ada hal yang bisa dibanggakan oleh orang tuanya ketika acara keluarga besar atau hari raya.

No comments:

Post a Comment