Akhir-akhir ini sering sekali flashback tentang kejadian yang dialami semasa hidup.
Masih jelas sekali waktu itu penjurusan kelas untuk IPA/IPS sewaktu SMA, saya pernah berucap 'males belajar fisika, mending ke IPS yang tidak akan menemui angka sebanyak dikelas IPA' sampai berselisih paham dengan ayah yang kekeuh untuk masuk ke IPA. Dan yang terjadi adalah masuk ke kelas IPA dan alhamdulillah sangat nyaman dengan kelas tersebut (dikarenakan teman-teman bukan pelajaran).
Lulus nanti tidak ingin ketemu dengan fisika, tidak mengerti dan tidak tau kapan rumus-rumus itu akan digunakan didalam hidup yang realistis. Lebih memilih untuk masuk arsitek yang terlihat menyenangkan bermain dengan gambar, warna dan estetika. Dan yang terjadi adalah masuk di teknik sipil yang pelajarannya adalah 80% fisika dan matematika, sekali lagi seperti menjilat ludah sendiri. Dan sekarang mengetahui rumus-rumus fisika itu benar sangat berguna untuk kehidupan orang banyak.
Sewaktu kuliah pernah dengan lantang mengucapkan 'tidak akan pernah mengambil mata kuliah air lagi, ini terakhir kalinya saya belajar matakuliah air' dan yang terjadi adalah saya lulus dengan judul skripsi: Laju angkutan sedimen total pada sungai enim kabupaten muara enim provinsi sumatera selatan. Dan itu berarti sampai akhir perkuliahan saya mempelajari lebih dalam lagi mengenai ilmu air, bahkan sekarang saya sangat mencintai ilmu tersebut.
Karena sudah memiliki banyak bukti mengenai quote: 'jangan berlebihan ketika mencintai atau membenci sesuatu' karena kita tidak tahu apakah rencana tuhan dibalik dari sesuatu tersebut. Melakukan yang terbaik disegala hal dan saya yakin tuhan akan memberikan hasil yang terbaik pula.
No comments:
Post a Comment