Friday, February 12, 2016

Kecewa (?)

Hei, apa kabar? Kenapa kau yang tak pernah terpikir sedikitpun tiba-tiba hadir dimimpiku malam tadi? Mimpi yang membuatku sangat terkejut ketika sadar dan terbangun tadi.
Dan mungkin Tuhan ingin memberitahukan bahwa ada sesuatu yang ingin kau kabarkan padaku. Benar sekali, ternyata kau sudah memiliki kekasih baru.
Hmm, aku kecewa sebenarnya melihat pilihanmu yang sekarang. Entahlah, mengapa aku harus marah atau cemburu atau bahkan mencoba mengatur wanita yang kau pilih. Di dalam hati cuma bisa berkata (astaga, kenapa wanita seperti itu yang kau pilih sekarang? Apa kelebihannya? Apa yang membuatmu bisa mencintainya?)
Hmm sudahlah, aku tidak tahu harus bagaimana lagi. Aku belum tahu lebih dalam lagi mengenai wanita ini. Yang jelas aku tidak menyukainya, entahlah padahal aku hanya melihat dari fotonya saja. Semoga wanita ini benar kau sayangi dan kau cintai seutuhnya.

i.m.u.r.i

Monday, February 8, 2016

Confused

Percakapan malam ini membuatku berpikir mengenai masa depan kita. Satu dari ketakutan yang aku pendam terbuka. Benar ternyata adanya, membuat pembicaraan yang hangat berubah menjadi pertanyaan-pertanyaan yang muncul di kepala.
Banyak hal yang aku korbankan demi perasaan ini, beberapa diantaranya bahkan sangat berharga bagiku. Aku rela melepaskan dan mengalami kesedihan-kesedihan yang sangat sulit untukku. Dulu kupikir hidup adalah pilihan, dan semua yang kudapatkan saat ini adalah hasil dari pilihan-pilihan hidupku terdahulu. Tapi sekarang, kurasa hidup tidak serta merta pilihan yang aku pilih, melainkan bagaimana cara kita menyikapi pilihan hidup tersebut, tentang berpikir panjang sebab dan akibat yang akan terjadi, dan pasrah dengan jalan yang tuhan telah berikan.
Hmm, kuharap semakin banyak pertanyaan dikepalaku terjawab, setidaknya terbuka sedikit demi sedikit sampai nanti saatnya aku dapat menentukan pilihan hidupku lagi.

Wednesday, February 3, 2016

Rabu, 3 Februari

Kemarin, seorang teman bertanya padaku tentang dirimu, tentang hubungan kita, dan menanyakan apakah aku bahagia bersamamu.
Ragu untuk menanggapinya beberapa saat, kuceritakan kepadanya tentang semua keraguanku, tentang bahagianya aku ketika kau menyempatkan menghubungiku di sela kesibukanmu, tetapi masih saja keraguan-keraguan itu lebih menang.
Mendengar semua jawabanku tentang pertanyaannya, kau tau? dia berkata kalau kau adalah pria yang baik, pria yang patut untuk aku perjuangkan.
Ketika kutanyakan tentang apa yang membuatnya berkata begitu, dia hanya berkata bahwa sebanyak apapun keraguanku tentang dirimu itu hanya asumsi yang ada dipikiranku saja, asumsi-asumsi yang tidak memiliki landasan seperti itulah yang sering merusak keadaan dan seharusnya ditanyakan langsung kepadamu.
Kuharap segera dapat menghilangkan pikiran yang mengganggu ini.

Tuesday, February 2, 2016

Palembang, 2 Februari, hampir tengah malam

Kau tau, aku sudah muak dengan kehidupanmu yang selalu menyalahkan orang lain tanpa ada sedikitpun rasa untuk introspeksi dirimu sendiri, tanpa melihat apakah sebenarnya terjadi dikehidupanmu adalah hasil dari perbuatanmu sendiri.
Kau tau, aku meminta maaf bukan karena aku merasa bersalah, aku meminta maaf karena hanya untuk meredam keadaan, berharap keadaan akan lebih membaik.
Kau tau, bila kau telah memutuskan untuk tidak lagi berhubungan denganku sebenarnya tak masalah bagiku. Setidaknya bukan aku yang memulai hal yang paling dibenci oleh Tuhan itu dan aku telah mencoba untuk memperbaiki.
Satu pesanku untukmu, atau siapapun yang membaca tulisan ini, jangan pernah menyalahkan orang lain dengan apa yang terjadi dikehidupanmu, hal yang terjadi hari ini dihidupmu adalah hasil dari yang kau kerjakan kemarin.