Walaupun dengan hubungan jarak jauh, Desy yang baru mulai dewasa sangat merasa dikuatkan. Setiap saat dihubungi walaupun hanya lewat teks, dan hampir setiap malam tersambung melalui video call. Sampai pada akhirnya semua harus berhenti di tahun ketiga. Semenjak saat itu Desy sulit menerima orang lain di dalam hidupnya. Tetapi, selalu ada teman-teman yang mau mendengarkan semua hal yang terjadi pada Desy yang baru dewasa ini. Desy tau kemana ia harus mencari dan bercerita, dan ini juga yang akan membuat ia menyesal di kemudian hari.
Selama 5 tahun berkarir, sudah 3 kali Desy berganti tempat kerja. Kenapa ? Karena hal yang dicari oleh Desy pada saat itu selain ilmu dan uang adalah kenyamanan. Desy akan langsung memberikan surat pengunduran diri bila ia merasa tidak nyaman ditempatnya bekerja. Karena di prinsip hidupnya adalah tidak akan ada pekerjaan yang berjalan dengan baik apabila ia tidak ikhlas mengerjakannya, untuk mendapatkan ikhlas itu adalah dari kenyamanan dan ketulusan ketika ia bekerja. Memang karirnya bukanlah seperti perempuan pada umumnya, banyak sekali nasihat yang ia dapat tentang pekerjaannya. Pekerjaannya yang menurut rekan kerjanya yang kebanyakan adalah laki-laki adalah bukan pekerjaan wanita sepertinya, wanita semestinya tidak bekerja di proyek yang panas dan penuh dengan mereka yang kasar, terlalu beresiko bekerja di tempat dimana sangat sedikit wanita disana, wanita yang semestinya diumurnya pada saat ini sudah semestinya menikah dan punya anak, sedangkan Desy yang baru dewasa ini bahkan tidak memiliki pacar. Bahkan di kantornya yang ke 3 Desy sering sekali dijodohkan mulai dari pria single, duda, bahkan yang sudah memiliki istri sekalipun. Dan Desy mulai merasakan trigger dari setiap omongan sekitarnya lalu kemudian memutuskan untuk mengambil keputusan yang sangat besar dalam dirinya terlebih lagi itu adalah kesalahan terbesar yang pernah dia ambil sekaligus pelajaran terbesar didalam hidupnya.
Mungkin cerita ini akan habis di phase ke 3 ini, karena Desy yang sekarang sedang berada di phase selanjutnya. Dan phase tersebut akan ditulis kembali ketika pada saat phase tersebut sudah berhasil di laluinya.
Untuk siapapun yang membaca ini, terimakasih banyak (walaupun sebenarnya saya bingung apa yang membuat kamu yang membaca ini tertarik untuk masuk ke blog yang isinya hanyalah isi kepala yang sudah terlalu penuh). Entah apakah saya bisa menulis lagi atau tidak saya pun belum tau.
No comments:
Post a Comment