Allah itu Maha baik.
aku saja yang tidak bisa merasakan dan mensyukuri yang sudah Ia berikan.
Dulu, ketika kuliah ingin cepat lulus, benar saja Allah memudahkan segala urusan sampai diwisuda.
aku saja yang terlalu merasa hebat, membanggakan diri sendiri, berpikir semua karena usahaku sendiri tanpa bantuan siapapun.
Dulu, ketika mulai ingin bekerja karena teman yang lain sudah bekerja, Allah memberikan kemudahan mendapatkan pekerjaan tanpa harus mengikuti tes panjang seperti orang lain, dengan pekerjaan yang tidak menyia-nyiakan ilmu yang aku pelajari, persis seperti apa yang aku minta.
aku saja yang tidak bersyukur, menganggap penghasilan yang aku dapat tidaklah sesuai dengan apa yang aku kerjakan. Tanpa mensyukuri pengalaman, dan berbagai hal yang telah diberikan.
Dulu, ketika aku ingin menikah.. Allah memberiku 3 pilihan, mungkin untuk menguji seberapa kuat aku untuk istikharah kepada-Nya..
aku saja yang tidak peka atau bahkan tidak peduli dengan seluruh tanda yang telah diberikan dan terlalu egois untuk memaksakan kehendak sehingga Allah memperlihatkan semua kebenaran bahwa pilihanku adalah kesalahan terbesar dalam hidupku.
Sekarang, ketika aku ingin fokus terhadap karir dan melupakan masa lalu.. Allah memberikan pekerjaan yang dulu sempat aku mimpikan..
Apakah aku akan terus mengeluh? Apakah aku akan terus merasa kurang? Apakah aku akan terus merasa tidak nyaman?
atau,
Apakah aku akan belajar mensyukuri dan menikmati segala keadaan yang diberikan kepadaku saat ini?
No comments:
Post a Comment