Thursday, June 20, 2013

Sepi sunyi sendiri

Malam itu saat aku benar benar merindukannya aku berharap besar dia akan datang di dalam mimpiku. Bahkan di sela-sela sadarku aku berdoa dan memohon agar ia datang kedalam mimpiku. Tapi yang kudapatkan adalah hal yang 180 derajat berbeda. orang yang tidak terpikir olehku bahkan sedikitpun tidak pernah terpikir olehku dia yang berdiri disana memandangku tajam, tatapan amarahnya membuatku ingin maju mendekati dirinya dan menanyakan apa yang salah dalam diriku sampai ia menatapku setajam itu. Tapi perlakuan yang kudapatkan ketika aku mendekatinya sangatlah berbeda, ia langsung memelukku, mengecup dahiku sebagaimana yang sering ia lakukan ketika kami bertemu. Didalam erat peluknya diselipkannya kata maaf dan betapa bangganya ia padaku.

Tapi bukan itu masalah yang berkecamuk di dalam dada ini. Bukan ia yang aku harapkan datang malam itu meski di dalam mimpiku. Aku tau aku sudah dititipkan padanya tapi dia tidak dapat memegang janjinya. Hanya mereka yang mengalaminya yang dapat merasakan apa yang aku rasakan sekarang. Merindukan orang yang tidak dapat kau temui lagi. Hanya dapat membayangkan apa yang ia lakukan ketika ia ada didekatku. Lelaki yang selalu setia mendengarkan dan memberikan solusi terbaik, lelaki yang selalu ada disetiap waktu, lelaki terkuat dan terhebat disepanjang hidupku. Ayah

No comments:

Post a Comment