Semenjak malam dimana aku membaca tulisan-tulisan dari hamba-Nya yang luar biasa aku mulai menyadari dan merenung memang hidup ini hanya sekali dan singkat, tapi bukan berarti kita harus menghabiskannya hanya untuk memenangkan nafsu yang ada pada otak kita. Karena setelah diingat-ingat lagi setelah kehidupan yang indah ini akan ada kematian yang merupakan tempat kita untuk selama-lamanya dan kekal didalamnya.
Aku mulai lebih mendalami dan mempelajari lagi arti kehidupan setelah kematian dan menyadari bahwa hidup itu untuk mati. Jadi apa yang aku lakukan sekarang semestinya adalah bagaimana agar kehidupan kekalku nanti akan lebih indah dan lebih bahagia dari kehidupanku sekarang.
Mungkin dulu aku pernah terjebak dalam belenggu nikmatnya kehidupan di dalam otakku bukan apa yang ada di dalam hati dan benakku. Tapi sekarang sedikit demi sedikit kukurangi itu dan akhirnya akan hilang dengan berjalannya waktu. Mungkin benar bahwa ketika kita ingin naik ke tingkat kehidupan yang lebih baik ada banyak halangan dan godaan untuk menuju ke arah keterpurukan itu lagi. Aku hanya tidak peduli lagi tentang bagaimana aku dimata orang lain tetapi bagaimana aku di mata Allah karena-Nya lah aku hidup dan karena-Nya pula lah aku mati. Mungkin kau mau meninggalkan ketaatanmu ketika kau akan tampil dan dilihat semua orang, tapi tidak bagiku, itu adalah aku yang dulu yang belum mengenal dan dekat pada-Nya.
Ketika membaca tulisan-tulisan yang indah itu lagi aku berpikir mengapa ada manusia yang setaat ini? Perlahan tapi pasti aku mencoba memperbaiki, sekarang aku sadar bahwa pertanyaanku salah semestinya aku bertanya bagaimana agar aku bisa sepeetinya? Dan disinilah aku sekarang terus dan terus belajar untuk memperbaiki kehidupan demi kehidupan kekalku nantinya. Aku sudah sangat merindukan-Mu yaaRabb
Friday, May 31, 2013
Renungan
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment