Monday, July 31, 2017

Monologue (6)

hei..

oh hai.. ada apa?

tidak ada, aku hanya rindu.

aku pernah memberitahu kepadamu bukan kalau kau merasa rindu hanya bertemulah obatnya. percuma kalau kau hanya keluar dari mulutmu itu.

apa kau tidak rindu denganku walau hanya sedikit?

hmm.. mungkin, hanya saja aku takut untuk rindu kepadamu. orang sesibuk dirimu sulit untuk diajak bertemu.

besok kita bertemu, aku janji.

aku belum mengatakan bahwa aku setuju.

ada apa? kau sibuk? atau tidak mau bertemu denganku?

tidak, hanya saja aku benci dengan sikapmu yang selalu mengambil keputusan sepihak tanpa menanyai aku terlebih dahulu.

baiklah, jadi kapan kita bisa bertemu?

besok, seperti biasa..

Sunday, July 9, 2017

rindu

kau tau kawan apa yang sangat kurindukan saat ini?
bukan, bukan ayahku, selama ini memang aku selalu menulis jika aku sangat merindukan beliau.
kau tau yang aku rindukan selama aku memulai kehidupan di ibu kota adalah untuk melihat langit yang berwarna biru. kalian tau kawan, aku sangat jarang melihat pemandangan itu sekarang di kota ini. setiap hari aku melihat langit yang kelabu, bukan, bukan mendung, aku suka mendung dan hujan, karena itu akan membawa langit biru dan awan putih setelahnya. kelabu disini adalah asap, polusi, membuat kita sesak.
sungguh, aku berharap suatu hari nanti aku dapat menikmati indahnya langit biru dan awan putih di ibu kota negara ini.

Wednesday, May 10, 2017

pikiran x hati

hmm..

sekarang apa?

entahlah, mungkin aku harus lebih sibuk lagi..

tapi kau juga butuh istirahat, setidaknya makan makananmu.

iya nanti juga aku makan, hanya saja aku tidak lapar sama sekali.

kalau kau tidak lapar sebaiknya kau cuci muka agar mukamu sedikit segar. jangan terlalu dipaksakan, satu satunya orang disini yang menghadapi komputernya 10 jam penuh itu hanya kau.

kau benar, aku akan cuci muka sekarang.. aku sedikit lelah, dan mungkin juga kurang tidur..

jadi itu alasan kenapa matamu sampai bengkak? aku khawatir itu gara gara kau menangis semalaman tadi.

yaa keduanya, kau tau seberapa besar aku menyayanginya, harapan harapan yang kubuat terlalu tinggi, beberapa kali hubungan ini berjalan seperti ini tapi aku selalu mencoba sabar dan berharap mungkin dia akan benar benar mengerti. tapi..

sudahlah tidak perlu dibahas lagi, kalian memang butuh waktu untuk berjarak. agar kau bisa berpikir jernih, dan agar dia benar benar menyesali perbuatannya.

mungkin kau benar, aku kurang bisa berpikir jernih untuk saat ini..

Sunday, May 7, 2017

last conversation

terima kasih lagi Tuhan
maaf membuatmu cemburu

terima kasih
masih tetap setia mendampingi
menegur ketika aku salah
menyadarkan atas segala kebodohan

dan semoga Kau dapat memaafkan ketika aku sadar dengan kesalahan selama ini.