Tahukah kau, aku lebih suka memendam cinta untukku sendiri dan ketika aku mencintai seseorang lebih baik hanya kusalurkan dengan Tuhan. Karena ketika aku mengungkapkan rasa cintaku kepadanya maka yang kurasakan hanyalah kegelisahan. Rasa tersebut akan semakin besar seiring dengan seberapa lama aku mengungkapkannya. Aku lebih memilih untuk mengungkapkan perasaanku tentang dia kepada Tuhan yang mengatur perasaan ini. Karena ketika hanya aku dan Tuhan yang mengetahui perasaan ini semakin aku berdoa tentang dirinya semakin pasrah aku untuk diarahkan kemana perasaan ini. Tak peduli seberapa lama aku mengadu semakin ikhlas aku untuk melepaskan. Seperti kata-kata yang pernah kubaca karena hakikatnya cinta adalah melepaskan, semakin sejati dia maka semakin tulus kau melepaskannya.
Saturday, March 26, 2016
Sunday, March 20, 2016
Rindu kota itu, pernah sekali mendengar percakapan seorang ibu dengan pendatang di sebuah angkutan umum.
Ibu: dari mana dek? Kesini liburan ya?
Pendatang: dari jakarta bu, iya saya lagi liburan mumpung libur kuliah ini.
Ibu: sendiri aja liburannya? Biasanya orang-orang kayak kamu yang bawa tas besar gini rame-rame lo perginya
Pendatang: iya bu, saya emang biasa liburan sendiri. Lebih bisa menikmati alamnya kalo sendiri bu.
Ibu: kamu sudah pernah kesini sebelumnya? Atau ini baru pertama kali?
Pendatang: waktu itu masih kecil saya pernah kesini sama keluarga saya, tapi karena masih kecil dan sama keluarga jadi belum sempat explore terlalu banyak sama kota nya bu
Ibu: kata orang dulu-dulu kalo sudah pernah kesini dan minum air dari sini pasti bakalan balik lagi ke kota ini. Saya bukan asli sini tapi saya selalu senang tinggal disini. Tidak terlalu ramai, tapi ini masih kota yang akses untuk kemana-mana mudah.
Rindu kapan bisa kembali ke kota itu bersama dengan teman atau keluarga. Melihat kuasa Tuhan dan mengagumi semua ciptaan-Nya. Semoga ada kesempatan untuk berkumpul lagi disana.
Wednesday, March 2, 2016
Entahlah apa yang seharusnya perasaanku sekarang rasakan. Senang atas pencapaian yang telah kau dapatkan, bahwa sebentar lagi kau akan selesai menjalani serangkaian tugasmu yang jauh disana. Tetapi disisi lain akupun merasa sedih, merasa ditinggalkan semenjak dunia lingkungan kerjamu yang baru.
Hmm, aku tau kau pasti juga telah berusaha semampumu untuk menghubungi dan memberikan kabar. Tapi lagi-lagi faktor perbedaan zona waktu dan kesibukanmu yang sekarang membuat semuanya tidak berjalan lancar.
Hey, cepatlah pulang. Aku rindu.