Kini aku mengerti, bahwa sesungguhnya aku tak memiliki kuasa apapun dalam hidup ini. Bahkan untuk hatiku sendiri. Setelah sekian banyak cara, caraku bertemu denganmu adalah yang paling biasa menurutku. Tak ubahnya orang lain yang aku anggap hanya sebagai figuran dari cerita hidupku.
Tapi hari berganti, aku mulai sadar bahwa kau bukanlah sekadar figuran diceritaku kali ini. Kau bukan hanya sekadar teman basa-basi. Kau mulai membuatku merubah cara berpikirku tentang banyak hal.
Sungguh, Tuhan memang memiliki semua kuasa. Hatiku mulai terbuka untukmu, mendengarkan ceritamu, bercerita tentangku adalah hal yang dapat membuatku bahagia. Caramu memandangku, menggenggam tanganku, memperhatikanku, cara yang tidak dilakukan orang lain terhadapku.
Sugesti. Mungkin memang nama yang cocok untukmu. Nama adalah doa bukan? Aku hanya berharap kau akan mendapatkan yang terbaik, yang mengerti bagaimana caramu berpikir, bagaimana caramu berjuang, bagaimana caramu mengikhlaskan.
Terimakasih, karena telah menjadi teman terbaik selama kita bertemu, terimakasih untuk memperjuangkanku. Maaf telah memberikan harapan yang semu. Tapi aku yakin, setiap doa yang telah kita buat tidak akan pernah berbuah sia-sia. Dan aku akan selalu berdoa untukmu.