Sunday, January 14, 2018

Sugesti

Kini aku mengerti, bahwa sesungguhnya aku tak memiliki kuasa apapun dalam hidup ini. Bahkan untuk hatiku sendiri. Setelah sekian banyak cara, caraku bertemu denganmu adalah yang paling biasa menurutku. Tak ubahnya orang lain yang aku anggap hanya sebagai figuran dari cerita hidupku.

Tapi hari berganti, aku mulai sadar bahwa kau bukanlah sekadar figuran diceritaku kali ini. Kau bukan hanya sekadar teman basa-basi. Kau mulai membuatku merubah cara berpikirku tentang banyak hal.

Sungguh, Tuhan memang memiliki semua kuasa. Hatiku mulai terbuka untukmu, mendengarkan ceritamu, bercerita tentangku adalah hal yang dapat membuatku bahagia. Caramu memandangku, menggenggam tanganku, memperhatikanku, cara yang tidak dilakukan orang lain terhadapku.

Sugesti. Mungkin memang nama yang cocok untukmu. Nama adalah doa bukan? Aku hanya berharap kau akan mendapatkan yang terbaik, yang mengerti bagaimana caramu berpikir, bagaimana caramu berjuang, bagaimana caramu mengikhlaskan.

Terimakasih, karena telah menjadi teman terbaik selama kita bertemu, terimakasih untuk memperjuangkanku. Maaf telah memberikan harapan yang semu. Tapi aku yakin, setiap doa yang telah kita buat tidak akan pernah berbuah sia-sia. Dan aku akan selalu berdoa untukmu.

Thursday, October 5, 2017

8 tahun lalu

jam 00:00 telpon berbunyi, belum sempat aku menjawab tetapi sudah dimatikan oleh si penelpon. baru sadar bahwa aku tertidur di ruang tengah, ramai dengan keluarga besar yang lain. hari itu adalah acara pengajian 2 hari meninggalnya ayah. tahun terberat dalam hidupku, kehilangan sosok seorang panutan, idola, sosok yang dibanggakan, entah bagaimana nasib keluarga ini kedepannya. tak lama dari lamunanku banyak pesan masuk, intinya sama mengucapkan selamat ulang tahun. dulu, tak pernah aku menganggap hari kelahiran se berarti ini. entah apa maksud Tuhan memberikan kejutan yang terlalu awal kepadaku. hal yang paling tidak aku inginkan dan siapa pula yang ingin ditinggalkan oleh ayah mereka apa lagi untuk selamanya? aku ingat sekali hari itu, untuk pertama kalinya pada hari lahirku diadakan acara dirumah. tapi bukan untuk hal yang berbahagia seperti pesta ulang tahun pada umumnya, tapi pengajian memperingati 3 hari meninggalnya ayah. aku benci tatapan semua orang, tatapan kasihan kepadaku, tatapan iba kepada seorang anak yang baru berumur 16 tahun sudah ditinggalkan ayahnya. aku yakin ayahku meninggalkan aku dan keluargaku karena ayah percaya, dan Tuhan pun percaya bahwa aku dan keluargaku yang lain mampu menghadapi semuanya.

kami buktikan sekarang, 8 tahun berlalu.. kami tidak luntur dalam kesedihan. life must go on. aku berhasil lulus kuliah, diwisuda pada saat umurku 22 tahun hanya lewat 2 hari. memang sulit menjalani 8 tahun tanpa seorang panutan, tanpa seorang pemberi arah. tapi ini adalah pilihan hidupku sendiri. besok, di tahun berikutnya, entah apa lagi kejutan dari-Mu Tuhan..

Wednesday, September 27, 2017

kepada diriku di masa depan

sedang menguatkan diri sendiri.
semuanya sudah diatur dari sebelum kita dilahirkan.
berujung kemana nanti kita akan menerima sebagai kejutan.
yakin saja semua akan berujung indah.

kepada diriku dimasa depan, yakinlah apa yang kau dapatkan adalah hasil dari apa yang kau perbuat di masa lalu. nikmati dan syukuri apa yang kau dapatkan.

Friday, September 15, 2017

karena semenjak hari itu aku telah berjanji kepada diriku sendiri bahwa aku adalah wanita yang akan terus belajar, kuat, mandiri, dan dapat diandalkan.