Sunday, February 12, 2017
cerita bunga aster
sekarang, ia bertahan di padang pasir. dengan segala kebutuhan yang harus ia penuhi sendiri, tidak ada lagi yang memberikannya air ketika ia kekeringan, tak ada lagi yang memberinya pembasmi hama ketika ulat dan hama lain mulai mencoba menyerang. sekarang, ia harus menunggu hujan datang agar kebutuhan airnya tercukupi, atau memanjangkan akarnya demi mencari mata air. sekarang, ia harus mempertahankan diri dengan menumbuhkan duri agar ulat dan hama lain tak ingin mendekat. sekarang, ia beradaptasi seperti kaktus, tetapi ia tetap berusaha menjadi bunga yang indah, yang disukai setiap mata yang melihat, tetapi dia tidak mudah untuk dipetik, tidak mudah untuk dimakan ulat, bunga aster itu semakin kuat.
Friday, January 6, 2017
Jumat pertama di 2017
ketika semua kata menjadi biasa mungkin tak akan ada lagi sesuatu yang bermakna dalam hidup ini.
ketika peduli tak terlalu dianggap penting, maka siapa lagi yang akan menghargai satu sama lain?
entah apakah karena sudah terlalu sering sehingga menjadi terbiasa atau memang rasa itu sudah perlahan memudar dan semakin lama menghilang.
siapa yang harus disalahkan atas kejadian ini pun tak perlu untuk mencarinya. karena kesalahan terletak pada diri kita masing-masing.
Sunday, December 11, 2016
Minggu, 11 desember
Halo ayah, sudah lama nggak ngunjungin ayah sampe ayah datengnya ke mimpi.
Maaf ya ayah, sekarang ria jauh, nggak bisa sering sering ngunjungin ayah.
Ria sekarang kerja di jakarta yah, tinggal sama om aan sama tante tika. Akhirnya ria bisa kasih liat ke ibuk kalo ria kuat. Kalo ria bisa kok mandiri (walaupun belum terlalu mandiri). Ria janji nggak bakalan buat ibuk khawatir, cerita ke ibuk yang seneng seneng aja, yang bisa buat ibuk senyum pokoknya.
Ayah, sekarang ria ngerasa sendiri. Dulu kalo lagi jauh dari temen-temen pasti ada ibuk atau yuk dwi yang bisa diajakin cerita, curhat sampe malem. Kalo sekarang suka sungkan mau cerita sama tante atau cika. Mau telpon ibuk takut baper terus nangis, telpon yuk dwi pasti lagi sibuk terus. Sekarang dikit dikit mikirnya kapan bisa pulang ke palembang biar bisa ketemu sama ibuk, ngunjungin ayah lagi, bersihin makam ayah lagi.
Tanggal 23 malem ria pulang kok yah, mungkin tanggal 24 baru bisa ketemu ayah. Pulang kantor ria langsung ke bandara biar bisa cepet ketemu ibuk. Oh iya ayah, ria kerja di arkonin, perusahaan konsultan, semoga ayah bangga, dan ria janji bakal nerusin sekolah lagi. Kayak kata ayah dulu "anak itu pendidikannya harus diatas orang tuanya". Ria lagi berusaha kok yah, ria lagi cari info buat lanjut sekolah lagi.
Ayah.... Hmm apa lagi ya yah, sudah dulu aja kayaknya, kalo kelamaan bisa nangis lagi, kan ayah tau anak ayah yang ini paling cengeng, dan ria tau ayah nggak suka sama anak yang suka nangis.
Miss you dad, I'll see you soon..
Saturday, November 12, 2016
Selamat Hari Ayah
Kau tau betapa rindu ini tidak akan ada habisnya hanya untukmu.
Kuyakin suatu saat nanti kita akan dipertemukan lagi setidaknya dalam mimpi disaatku tertidur.
Betapa aku merindukan dulu, ketika kau menjemputku setiap pulang sekolah ditengah kesibukanmu.
Sengaja berpura-pura tertidur di mobil hanya agar kau gendong dan kau baringkan dikamar.
Sedikit merajuk agar kau mengajak aku pergi berdua ke tempat yang aku inginkan, dirangkul dan hanya untuk dibelikan makanan kesukaanku.
Mungkin hanya 17 tahun kurang 2 hari kau membimbingku, tapi aku mencoba di 7 tahun lebih kepergianmu ini selalu memberikan yang terbaik untuk dirimu dan ibuk.
Ayah, betapa banyak cerita yang ingin aku ceritakan kepadamu. Sungguh sering sekali aku mengkhayal tentang masukan yang akan kau berikan kepadaku agar aku dapat berpikir lebih dewasa. Jujur aku tidak siap menghadapi masalahku sendirian untuk kedepan ini.