Alhamdulillah, setelah kurang lebih 4 tahun di dunia perkuliahan akhirnya selesai dengan sangat indahnya: Desy Oktaria, S.T.
Rasanya baru saja kemarin melihat pengumuman di web yang menyatakan bahwa saya lulus di Jurusan Teknik Sipil
Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya.
Saya ingat pertama kali P2K saya hanya berteman dengan Fadhil, Agung, dan Yesy karena kami berasal dari SMA yang sama. Sewaktu perkuliahan sudah dimulai, sehari-hari aku hanya pergi kuliah dan pulang kerumah tanpa berkunjung kemanapun dengan Fadhil. Sampai teman-teman di kelas beranggapan bahwa kami pacaran atau saudara sepupu. Bahkan belajar ketika ujian pun kami hanya berdua, dan terkadang pergi ke rumah Agung untuk mengerjakan tugas bersama. Ketika tugas besar pertama kami, disanalah kami berdua mulai berinteraksi dengan teman-teman yang lain. Pada saat itu tugas menggambar rekayasa, Ericha mengajak saya dan Marcel untuk mengerjakan tugas bersama. Aku berinisiatif untuk mengajak Fadhil bersama kami, tentu saja Fadhil setuju dan mengajak Alfath ikut serta. Ketika didengar oleh Darius dan Ikhlas, mereka pun ingin ikut bergabung. Disanalah kami mulai semakin akrab.
Semakin lama, semakin banyak tugas yang diberikan kepada kami. Semakin sering pula kami mengerjakan tugas bersama dalam suatu kelompok. Dan mulailah kami sering pergi bolos kuliah bersama untuk pertama kalinya diikuti dengan bolos-bolos yang lainnya.
Memang ceritanya tidak selalu menyenangkan, ada kalanya kami beradu argumen, bertengkar, menangis, dan untungnya itu semua dapat terlewati.
Dan sekarang kami, saya, Fadhil, Marcel, Alfath, Ericha, Darius, dan teman-teman yang lain sudah seperti sebagai satu keluarga. Seluruh masalah yang kami hadapi kami hadapi bersama, saling menyemangati satu sama lain dan bersama kami mengejar cita-cita kami. Saya, Marcel, Fadhil, dan Alfath pun sekarang sudah lulus dan tentu saja dengan semangat dari Ericha dan Darius nantinya pun akan sama. Kami akan memberikan semangat kepada Ericha dan Darius untuk segera menyusul kami, seperti yang kami semua cita-citakan.
Friday, July 31, 2015
Collage Life
Monday, February 23, 2015
Separated
Bagaimana bisa dua orang yang masih saling menyayangi satu sama lain berpisah? Well, mungkin karena keadaan yang memaksakan mereka untuk memilih jalan hidup masing-masing. Atau mungkin hanya beberapa alasan klise yang dibuat untuk menutupi kebusukan yang sebenarnya. Banyak sekali alasan-alasan yang dibuat beberapa individu untuk mengakhiri hubungan mereka. Kata-kata seperti
"kita sudah tidak cocok lagi",
Apabila sudah tidak cocok lagi mungkin masih masuk ke dalam logika, karena mempertahankan hal yang sudah berbeda pada prinsipnya saja merupakan hal yang sangat sulit, tetapi apabila dalam ketidak cocokan tersebut dapat diatasi dan di toleransi suatu hubungan tersebut pasti akan berlangsung lama. Karena bila kita dapat menerima kekurangan satu sama lain itulah cinta dan kasih sayang yang sebenarnya.
"kamu terlalu baik untuk aku"
Siapa yang tidak menginginkan pasangan yang baik hati, sikap, dan perangainya? Bahkan mereka yang kurang baik sikap dan perangainya pun ingin memiliki pasangan yang baik. Ucapan "kamu terlalu baik untuk aku" merupakan hal yang paling klise untuk memutuskan suatu hubungan. Atau mungkin salah satu diantaranya melakukan hal yang begitu jahat sehingga memiliki rasa bersalah yang sangat besar terhadap pasangannya tetapi tidak dapat atau tidak ingin mengakui kesalahan tersebut.
"kita temenan lagi aja"
Yup, semuanya pasti berawal dari pertemanan. Setidaknya ketika kau berkenalan dengan orang lain dan tertarik ingin mengetahui tentang dia lebih jauh kita pasti akan tidak sengaja masuk ke dunianya dan menjadi teman baginya. Dan ketika kita sudah berteman dan mengetahui sifat dan perangainya barulah kita memilih untuk sampai tahap selanjutnya atau tetap dalam kondisi pertemanan tersebut. Namun, ketika kita memilih untuk melanjutkan ke dalam tahap yang selanjutnya dan harus mengakhirinya kata-kata ini sangat sering disebut. Tetapi hal tersebut tidaklah mudah, tergantung dari hal apa yang membuat keadaan mereka berpisah. Setidaknya butuh waktu hingga yang tersakiti hatinya mengikhlaskan dan merelakan dan menerima kenyataan bahwa memang hubungan tersebut harua berakhir barulah keadaan akan berubah seperti saat mereka berteman kemarin. Dan waktu yang dibutuhkan mungkin tidak bisa secepat yang kita inginkan.
Tetapi ketika keduanya masih saling menyayangi, masih mencintai satu sama lain dan harus berpisah akibat orang lain yang tiba-tiba masuk dan merusak hubungan tersebut, cepat atau lambat mereka pasti akan disatukan kembali. Entah sebagai teman yang semakin akrab, sahabat yang semakin menyayangi, atau bahkan kekasih yang semakin mencintai. Karena sesuatu yang dimulai dari rasa kasih dan berakhir karena kebencian orang lain saya yakin Tuhan yang akan menggantikannya dengan hal yang lebih indah, yang lebih baik untuk pasangan tersebut entah dengan alur cerita masing-masing, ataupun tetap dalam cerita yang sama.
Tuesday, November 25, 2014
Hi
Entah mengapa bayang-bayang itu masih ada, mungkinkah hati ini masih berharap penuh padanya? Ah, entahlah aku tidak ingin terlalu terikat dengan masa lalu. Terutama masa lalu yang tidak jelas berlalunya.
Mungkin sudah hampir lima tahun kami tidak saling bertegur sapa atau hanya melakukan percakapan basa basi seperti orang lain pada umumnya. Karena dia yang terlalu sibuk, atau aku yang terlalu sibuk, atau mungkin kesalahan yang telah aku buat. Ya, janji yang sudah kami buat aku hancurkan, siapa pula yang menyangka janji yang sudah setahun terucap dan tak pernah terbahas itu masih dianggap sampai pada akhirnya aku menemukan pengganti dirinya. Apakah mungkin suatu hubungan yang masih mengambang keberadaanya menang melawan perbuatan baik dan memberikan kenyamanan? Tetapi sejak saat aku memutuskan untuk memilih kami tidak lagi bertegur sapa satu sama lain.
Setelah lima tahun kau meninggalkan, mengacuhkan tanpa sepatah katapun, tiba-tiba saja kau datang. Menyapa seperti tidak pernah terjadi apapun sebelumnya. Mengajak bertemu, membicarakan hal-hal yang akhir-akhir ini kau lakukan, tanpa peduli perasaanku. Bagaimana kabarku sekarang, masih ingatkah diriku akan dirimu yang selama ini menghilang, atau bahkan setidaknya kau marah kepadaku atas apa yang telah kulakukan kepadamu.
Tidak, aku tidak ingin merasakan hal itu terjadi untuk kesekian kalinya. Ditinggalkan dan dilupakan sampai pada akhirnya aku hanya berdiri sendiri disini. Tapi kau datang disaat yang sangat tepat. Datang diwaktu aku membutuhkan seseorang untuk diajak bercerita, mendengarkan keluh kesah bahkan amarah yang aku rasakan. Kau datang disaat aku merasa penat dengan kehidupanku yang sekarang, penat dengan semua tugas, semua tuntutan yang harus aku selesaikan.
Ternyata kau masih seperti dulu, entah mengapa kau selalu datang disaat tidak ada lagi seorangpun yang dapat aku andalkan, setidaknya kau mampu menenangkan hati ini yang sudah lama terguncang. Meyakinkan diri ini bahwa ada seseorang yang masih ingin meminta untuk dibagikan beban keluh kesah meskipun dirinya sendiri masih memiliki masalahnya sendiri. Mungkinkah ini saat dimana perjanjian kita akan kita realisasikan ke dunia yang lebih nyata? Tanpa harus takut akan jarak yang akan memisahkan kita? Sampai pada saatnya hanya Tuhan yang mampu menjawab dan memisahkan kita.
Saturday, November 16, 2013
angin aku ingin
pada dahan yang kau hembuskan daunnya
angin aku ingin menyanyikan laguku
pada burung yang kau bantu terbangnya
angin aku ingin menceritakan anganku
pada malam yang kau ramaikan heningnya
angin aku ingin menarikan langkahku
pada tanah yang kau tiupkan debunya
angin aku ingin memberikan doaku
pada Tuhan yang dari-Nya lah kau diciptakan